Tunggu Ranperda SPAM Disahkan Dewan

  • 10-08-2018 / 10:35 WIB - Editor: Abdul halim
  • Uploader:dinda
  • dibaca:52
Tunggu Ranperda SPAM Disahkan Dewan Aliran Sumber : Sumber Banyuning, yang berada di Dusun Kungkuk Desa Punten, Bumiaji salah satu sumber yang menyalurkan air kepada 320 warga di Desa Pendem, Junrejo, Kota Batu.(FOTO: MUHAMMAD FIRMAN/MALANG POST)

BATU - Anggaran dana yang dibutuhkan PDAM Kota Batu sebesar Rp 540 juta untuk pengembangan jaringan fasilitas air bersih di Desa Pendem, Kecamatan Bumiaji belum bisa direalisasikan. Pasalnya, dua Ranperda tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Penyertaan Modal PDAM Kota Batu belum disetujui.

Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo mengatakan, permodalan yang dianggarkan PDAM Kota Batu untuk melayani masyarakat Desa Pendem tidak serta merta bisa diberikan melalui APBD. Tapi pihaknya harus mempersiapkan Perda yang mengatur pelayanan dan penganggaran tersebut.

"Kami sudah garap Perda SPAM dan penyertaan modal dan berjalan tiga bulan. Tinggal penyelarasan setelah sudah dikonsultasi ke provinsi," ujar Cahyo kepada Malang Post kemarin.

Ia menjelaskan, dua ranperda itu tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Penyertaan Modal PDAM Kota Batu. Menurutnya, dengan adanya Perda itu, nanti penggunaan air bawah tanah dan penganggaran untuk penambahan jaringan baru bisa dibahas.

"Saat ini, persyaratan dari provinsi agar Perda tersebut disetujui harus dipenuhi lewat daerah. Seperti Amdal untuk UKL dan UPL lewat DLH. Jika itu sudah lengkap izinnya akan keluar. Ini sedang kami garap agar pengambilan air bawah tanah tanpa izin bisa ditindak," bebernya.

Bahkan, ia menegaskan, nantinya hotel dan tempat wisata harus wajib menggunakan PDAM dan tidak boleh ambil dari sumber air bawah tanah. Sehingga diharapnya tidak ada kebocoran PAD. (eri/lim)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA