Kabur ke Kalimantan, Pulang Langsung Ditangkap

  • 10-08-2018 / 22:36 WIB - Editor: JonS
  • Uploader:abdi
  • dibaca:53
Kabur ke Kalimantan, Pulang Langsung Ditangkap Hariyono alias Ndoweh

MALANG – Polsek Turen berhasil menggelandang pria yang masuk daftar pencarian orang selama satu setengah tahun. Adalah Hariyono, 39, warga Desa Pamotan Dampit, yang diciduk Unit Reskrim Polsek Turen di rumahnya. Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo SH membenarkan soal penangkapan DPO ini.

“Benar, dia adalah DPO yang terkait kasus pencurian kabel,” ujar Hari Eko kemarin.  Dari keterangan yang dihimpun, Hariyono alias Ndoweh, beraksi bersama Purwadi, Kholik dan satu lagi tersangka di KUD Sari Bumi pada Januari 2017 lalu. Dia menjadi salah satu otak pencurian kabel di KUD tersebut.

Akibatnya, KUD ini mengalami kerugian Rp 25 juta dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Turen. Para tersangka ditangkap satu per satu, kecuali Hariyono. Ternyata, sejak mencuri kabel, dia melarikan diri ke Kalimantan. Selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan, Ndoweh buron.

Setelah melarikan diri selama satu tahun lebih, Hariyono merasa polisi sudah melupakan kejahatan yang pernah diperbuatnya Januari 2017. Namun, polisi tidak pelupa. Begitu Unit Reskrim Polsek Turen mendengar kabar bahwa Hariyono pulang ke Dampit, Hari Eko bersama anggotanya langsung melakukan penyidikan.

Benar saja, Hariyono yang sudah menghilang dari Jawa selama satu tahun, akhirnya berada di Dampit. Selain merasa polisi melupakan kasusnya, Hariyono juga kangen dengan kampung halamannya di Dampit. Langsung saja, Unit Reskrim Polsek Turen menggerebek dan menggelandang Ndoweh ke kantor polisi.

“DPO melarikan diri ke Kalimantan selama satu tahun tujuh bulan, dia bekerja di sana demi menghindari kejaran polisi. Dalam aksi tahun 2017 lalu, dia mendapatkan upah Rp 150 ribu,” ungkap Hari Eko.

Dari hasil pengembangan, ini bukan kali pertama Hariyono berurusan dengan hukum. Tahun 2015 lalu, dia menghuni Lapas Kediri karena tertangkap mencuri baterai tower. Belum lama keluar dari penjara di Kediri, Hariyono berulah dengan mencuri kabel dan akhirnya tertangkap di Turen lagi. Hari Eko menegaskan tersangka diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.(fin/mar/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA