Cagar Budaya Malah Dijadikan Penyimpanan Keranda Jenasah

  • 14-08-2018 / 16:41 WIB - Editor: febri s
  • Uploader:abdi
Cagar Budaya Malah Dijadikan Penyimpanan Keranda Jenasah TAK TERAWAT: Cagar budaya berupa Makam Dinger di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tak terawat secara maksimal.(MUHAMMAD FIRMAN/MALANG POST)

Makam Dinger Bumiaji, Kota Batu

WARISAN sejarah berupa cagar budaya harus mendapat perawatan secara maksimal. Kota Batu memiliki salah satu bangunan cagar budaya, yakni Makam Dinger di Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji. Namun bangunan kuno warisan kolonial Belanda ini kurang terawat dan bahkan malah digunakan sebagai penyimpanan keranda mayat.

Makam Dinger masih berdiri kokoh di kawasan yang agak jauh dari perkampungan penduduk ini. Bangunan tersebut masih jelas ukiran bertuliskan "Anno Familie Graf JDinger 1917". Tulisan ini menunjukkan jika Makam Dinger dibangun pada tahun 1917. 

Deni Irianus, 56 tahun, pemegang kunci Makam Dinger menjelaskan, saat ini warisan sejarah itu sudah tidak terawat lagi. Padahal, ia mengingat sekitar 1976 makam tak bertuan itu masih dikelilingi oleh kolam dengan air bersih dilengkapi sebuah kincir angin. "Kalau berbicara dulu dan sekarang sangat berbeda. Dulu tahun 1976, saya ingat Makam Dinger masih sangat bagus. Apalagi kolam dan kincir anginnya berfungsi dengan baik sehingga menambah suasana bangunan yang terawat. Tetapi sekarang, semua tidak berfungsi," ujar Deni kepada Malang Post.

Seiring berjalannya waktu, kata dia, lahan sekitar makam berubah menjadi area pertanian. Kolam dan kincir angin tidak ada dan hanya tinggal bangunan makam serta jembatan yang masih sangat kokoh. Kondisi juga semakin memprihatinkan karena cat sudah banyak mengelupas. Menurut cerita, Makam Dinger merupakan makan seorang hartawan Belanda bernama Van Dinger. 

Diakui Deni, ruangan bangunan tersebut kini hanya menjadi tempat keranda jenasah bagi warga RT 3 RW 13 Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. "Mau bagaimana lagi. Sekarang, bangunan ini hanya dijadikan tempat keranda jenasah. Kami berharap pemerintah turun tangan agar cagar budaya ini bisa terawat," bebernya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, cagar budaya seperti Makam Dinger dan berbagai wisata religi lainnya ada pemeliharaan. Pihaknya mengusulkan tempat bersejarah mendapatkan dana APBD sehingga pemeliharaan bisa dilakukan maksimal. Pemeliharaan meliputi pengecatan, pembersihan bangunan dan sekeliling hingga memfungsikan fasilitas yang sudah hilang. 

Menanggapi cagar budaya Makam Dinger yang digunakan sebagai keranda jenazah, Imam sangat menyayangkan. "Kami segera pantaul lagi. Sayang jika bangunan kuno itu hanya digunakan sebagai penyimpan keranda mayat," tegasnya.

Ia juga berharap, masyarakat tidak hanya menunggu Pemkot Batu menjaga tempat-tempat wisata bersejarah, seperti Makam Dinger. "Masyarakat juga harus memiliki kesadaran menjaga

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA