Sengketa PPLP Unikama Berkembang, Christea Dilaporkan Lurah Karena Palsukan Surat

  • 18-08-2018 / 22:43 WIB - Editor: marga
  • Uploader:marga
Sengketa PPLP Unikama Berkembang, Christea Dilaporkan Lurah Karena Palsukan Surat Christea Frisdiantara (kiri), Ketua PPLP PT PGRI dan Kuasa Hukumnya Susianto SH

 MALANG- Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PT PGRI ) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kubu Soedja’i terus memberikan tekanan bagi Christea Frisdiantara, rivalnya.

Selain mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum ke PN Malang, proses pidana yang dianggap bisa menjerat Christea masuk ke dalam sel, tetap mereka urus. Seperti laporan dugaan tindak pidana pemalsuan data otentik di Polda Jatim.

Yang terbaru, pria asal Jalan Terusan Tinombala Malang ini ternyata dipolisikan oleh Lurah Magersari, Sidoajo, Moch. Arifien, 56, warga Sidoarjo, 3 Juli 2018 lalu. 

Dalam laporan polisi nomor: LPB/304/VII/2018/Jatim/Resta SDA, dosen ini dilaporkan ke Polres Kota Sidoarjo karena dianggap membuat surat palsu atau memalsukan surat keterangan domisili di Sidoarjo untuk proses pengajuan kredit di bank.

Penelusuran Malang Post, Arifien pun membuat surat keterangan Nomor: 560/610/437.8.1.1/2018 yang menyatakan, tidak pernah mengeluarkan surat keterangan domisili atas nama Christea untuk keperluan pengajuan kredit di Bank Mandiri Syariah Sidoarjo.

“Termasuk sebagai bukti pengajuan penetapan di PN Sidoarjo Nomor: 171/Pdt.P/2018/PN. SDA tanggal 17 Mei 2018. Baik tanda tangan serta NIP, tidak sesuai dengan aslinya serta surat keterangan tersebut, tidak terdaftar di buku register kami,” tulisnya.

Menanggapi hal ini, Susianto, SH, M.Hum, ketua tim kuasa hukum PPLP-PT PGRI Unikama kubu Christea mengaku sudah mengetahuinya. “Tapi pak Christea sama sekali tidak mengetahui pemalsuan itu. Yang dilaporkan ke Polres Sidoarjo itu adalah pengacara di Sidoarjo,” kilahnya.

Ia justru meminta agar permasalahan gugatan perbuatan melawan hukum yang didaftarkan Soedja’i ke PN Malang, tidak dicampuradukkan dengan permasalahan pidana. “Soedja’i sudah frustasi sehingga mengalihkan gugatan ke PN Malang,” tudingnya.

Susianto melihat, gugatan perbuatan melawan hukum di PN Kota Malang itu karena Menristek Dikti sudah mengakui pengesahan PPLP-PT PGRI Unikama kubu Christea. “Mungkin Soedja’i sudah kehabisan akal,” ujar dia.  

Advokat itu menyebutkan tiga hal status hukum yang dimiliki Christea. Pertama, Menkumham sudah membuatkan SK pengesahan susunan pengurus PPLP-PT PGRI Christea, kedua, Menristek Dikti sudah mengakui kepengurusan tersebut, dan ketiga hakim PTUN Jakarta menolak gugatan Soedja’i.

“Menurut saya, gugatan perbuatan melawan hukum ke PN Malang, akan sia sia karena keputusan itu tidak akan bisa membatalkan SK Kemenkumham yang sudah berlaku sejak 5 Januari,” tegasnya. (mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA