Luar Biasa, Penjualan Naik Tiga Kali Lipat

  • 03-09-2018 / 00:41 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Luar Biasa,  Penjualan Naik  Tiga Kali Lipat (1) Pekerja stand Roti John Legend menunjukkan plakat stand favorit zona gurih, (2) owner Bos Pentol Dwi Prastiyo (tiga dari kanan) menjadi favorit di zona pedas dan (3) Meiluviana, owner Bakpao Sayang menjadi stand favorit dari zona manis (bawah), kemarin malam. (foto-foto: M. FIRMAN/MALANG POST)

MALANG- Kehadiran festival terbesar yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Kota Malang, Pucuk Coolinary Festival benar-benar membius masyarakat. Pasalnya, dalam dua hari saja jumlah pengunjung yang tercatat menunjukkan angka yang fantastis dan jauh di luar ekspektasi, mencapai 48 ribu lebih. Rata-rata tenant mengalami kenaikan penjualan, minimal tiga kali lipat.

Hal itu menunjukkan animo masyarakat Kota Malang terhadap kuliner sangat luar biasa. Area Sales and Promotion Manager, Aries Budiarto mengatakan, selama dua hari awalnya ia menargetkan sebanyak 20 ribu pengunjung. Namun nyatanya, data yang didapatkan dari hasil checker, dalam satu hari saja jumlah pengunjung telah melampaui lebih dari 24 ribu.

“Ini karena baru kali ini ada event yang tidak ditarik biaya masuk. Bahkan tenant yang ikut berpartisipasi tidak dipungut biaya sama sekali. Justru ada hadiahnya untuk pengunjung, serta tenantnya melalui pemilihan tenant favorit,” ungkap Aries kepada Malang Post.

Membludaknya pengunjung yang datang tentunya sangat menguntungkan bagi lebih dari 100 tenant kuliner yang sebagian besar pelaku UMKM di Malang Raya ini. Bahkan estimasi transaksi yang dilakukan dalam dua hari, dikatakan Aries bisa mencapai Rp 2 miliar untuk seluruh tenant yang tergabung.

“Dari survey rata-rata setiap tenant sampai tiga kali reload stok. Beberapa dari mereka mengeluh karena ramai sekali. Mengeluh dalam artian positif ya,” tandas dia.

Tentunya kesuksesan acara Pucuk Coolinary Festival membuat pihaknya terkesan. Sebab dari awal, Kota Malang dipilih karena termasuk salah satu kota di Indonesia dengan pusat pengembangan bisnis kuliner yang terbesar. “Ini akan menjadi pelajaran untuk tahun depan akan lebih baik lagi. Karena membantu UMKM merupakan salah satu pekerjaan yang wajib kami tekuni,” ujarnya dengan kagum.

Owner Sate Taichan Sam Kipu, M. Mufti Zamroni mengatakan, dengan digelarnya festival ini sangat membantu bisnis kecilnya.

 

 

Hal itu terbukti dengan dagangannya yang telah terjual habis pada sore hari, jauh berbeda dengan penjualan di outletnya sendiri. Padahal ia telah menambah stok dua kali lipat dari stok di hari pertamanya.

“Kalau biasanya jual di outlet per harinya hanya sekitar 700 tusuk. Tapi kalau di sini, kemarin bisa sampai dua ribu tusuk sold out jam 19.30. Hari ini tiga ribu tusuk sudah sold out mulai jam 15.00,” tandas dia.

Menurutnya, acara semacam ini benar-benar bisa membantu pelaku UMKM untuk lebih mengenalkan produknya kepada

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA