Gara-gara PHK

  • 08-09-2018 / 23:22 WIB - Editor: JonS
  • Uploader:abdi
Gara-gara PHK ilustrasi

TUNTUTAN ekonomi, menjadikan hubungan rumah tangga Ronald dan Amel, warga Kecamatan Wagir di ujung perceraian. Setelah Amel, mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kepanjen. Alasannya karena merasa sudah tidak ada kecocokkan lagi.

"Sudah beberapa kali sidangnya. Sekarang tinggal menunggu jadwal putusan saja. Intinya, sudah tidak ada kecocokkan lagi," ujar Amel, usai menghadiri sidang beberapa waktu lalu.

Ronald dan Amel ini, menikah pada tahun 2010 lalu. Mereka menikah setelah sebelumnya sempat berpacaran setahun. Keduanya saat itu sama-sama saling mencintai.

Usai menikah, mereka tinggal di rumah orangtua Amel. Buah dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak yang kini berusia 5 tahun.

Semula tidak ada masalah dalam hubungan rumah tangganya. Karena meskipun kerja serabutan, namun Ronald memiliki pendapatan yang bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Permasalahan dalam rumah tangga terjadi sejak dua tahun terakhir. Berawal dari Ronald yang sudah tidak lagi kerja. Ronald menjadi pengangguran, karena berhenti dari pekerjaan sebelumnya.

Ketika tidak bekerja, Amel semula memaklumi. Amel hanya berharap Ronald bisa mendapat pekerjaan lain. Sementara kebutuhan keluarga dihandle oleh Amel, yang bekerja di sebuah perusahaan rokok.

Namun lama-kelamaan ketika dibiarkan, Ronald malah keenakan. Tidak ada usaha untuk mencari pekerjaan lain. Setiap harinya hanya mengandalkan Amel. Untuk membeli rokok pun, Ronald bisanya hanya meminta.

Ketika diingatkan bahwa kebutuhan semakin banyak, karena anaknya semakin besar, Ronald malah tersinggung. Dia marah hingga terjadi cek-cok mulut dengan Amel. Mungkin karena alasan sudah tidak tahan itulah, akhirnya Amel memilih untuk mengajukan cerai.(agp/jon/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA