Lho! Politisi Demokrat dan Golkar Cokot Sutiaji

  • 12-09-2018 / 23:13 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Lho! Politisi Demokrat dan Golkar Cokot Sutiaji Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Malang Hery Subiantono memberi keterangan dalam persidangan untuk teman-temannya sendiri yang kini menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Surabaya. (M. Firman/Malang Post)

SURABAYA- Mantan anggota DPRD Kota Malang yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya mulai cokot kawan. Saat sidang lanjutan terhadap 18 terdakwa mantan dewan, Rabu (12/9 kemarin), giliran nama Plt Wali Kota Malang Drs H Sutiaji yang diseret dalam pusaran kasus.

Kali ini mantan Ketua Fraksi Demokrat, Hery Subiantono dan mantan Ketua Fraksi Golkar, Sukarno yang bernyanyi. Selain dua politisi dari partai pengusung Sutiaji di Pilkada 2018 itu, mantan Ketua Fraksi PPP-Nasdem, Dra Hj Heri Pudji Utami dan Abd Hakim juga menjadi saksi untuk sesama mantan anggota dewan.

Hery Subiantono yang pertama kali menyebut nama Sutiaji. Ia membeber fakta baru yang selama ini tak pernah didengar publik. “Waktu itu di ruang paripurna sesudah  dia (Sutiaji) dari ruang ketua dewan bilang, “Beres, riyoyone” begitu,” ungkapnya.

Hery Subiantono membeber ucapan Sutiaji tersebut saat ditanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK terkait alur uang pokir APBD-P 2015 dan pertemuan di ruang ketua dewan. Ia mengaku tak mengetahui tentang pertemuan dalam ruangan M Arief Wicaksono kala menjadi ketua dewan. Dia hanya mendengar ucapan  Sutiaji, “Beres, riyoyone”.

 

Ketua Tim JPU Arif Suhermanto lalu mempertanyakan apakah Heri menganggap ucapan “Beres, riyoyone” sebagai istilah dana yang disebut-sebut sebagai uang pokir. Dengan tegas Heri menyatakan maksud ucapan  itu sebagai uang yang disebut juga THR atau kata lain uang pokir. 

Meski begitu JPU kembali mempertegas pengakuan Heri dengan kembali menanyakan apa yang membuatnya yakin, jika ucapan yang diungkapkan Sutiaji sebagai THR adalah uang pokir bagi anggota dewan. Heri kembali menegaskan bahwa ia yakin karena mengetahui istilah THR merupakan sebutan lain dari pokir alias uang suap APBD-P 2015 saat menjalani pemeriksaan oleh KPK.

“Karena saya baru ingat dia mengatakan ‘Beres, riyoyone’ dan itu ternyata THR yang kemudian saya terima belakangan,” terang mantan wakil rakyat dari dapil Klojen itu.

Malang Post kembali menegaskan kepada Hery Subiantono tentang pengakuannya itu ketika jeda sidang. “Iya dia bilang seperti itu usai pertemuan di ruang ketua dewan,” tegasnya.

Mantan Ketua Fraksi Golkar, Sukarno juga mengungkapkan hal sama terkait ucapan Sutiaji usai keluar dari ruang ketua dewan. Dia mengaku mendengar ucapan Sutiaji mengatakan hal tersebut kepada Hery Subiantono.

Terhadap nyanyian dua mantan ketua fraksi itu, Arif Suhermanto memastikan akan mendalaminya lantaran dianggap sebagai fakta

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA