Sabet Medali Emas, Sukses Melaju ke Babak Grand Prix

  • 12-09-2018 / 23:52 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Sabet Medali Emas, Sukses Melaju ke Babak Grand Prix Tim Administratio Choir Borong Penghargaan pada International Soegijapranata Choral Festival 2018. (ub for malang post)

Menakjubkan, tim paduan suara UB berhasil membawa pulang dua medali emas pada International Soegijapranata Choral Festival 2018 di Semarang. Paduan suara yang beranggotakan 40 mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB yang bernama Administratio Choir bahkan berhasil tampil memukau dan lolos ke babak grand prix.

Medali emas yang diperoleh tim tersebut merupakan kategori mixed choir, sementara pada kategori Folklore mereka mampu menjadi juara dua dan mengalahkan puluhan tim lainnya, dari dalam negeri maupun juga luar negeri. Tim UB tampil dengan mengenakan kostum daerah.

“Persaingannya cukup ketat karena diikuti tim paduan suara yang berprestasi seperti ITS, Telkom, Universitas Diponegoro, dan Univ Telkom yang pernah menjadi juara pada kompetisi di Indonesia maupun luar negeri,” papar Sekretaris Umum Administratio Choir, Serraphine Herviana Putri Maharanny kepada Malang Post.

Untuk mampu meraih juara dalam International Soegijapranata Choral Festival 2018 ini Administratio Choir harus berjuang keras. Mereka memforsir latihan dari pagi hingga siang sebelum pada malam harinya tampil dihadapan ratusan peserta lainnya.

Uniknya, Administratio Choir juga memiliki serangkain ritual harian yang diberi nama Doa Angin. Nama ini diambil lantaran setiap jam 10 malam para anggota harus berdoa menurut keyakinan masing-masing di mana berada. Meskipun tidak secara fisik bersama namun ritual ini selalu dilakukan pada waktu tersebut.

“Kami juga memiliki pantangan yakni tidak minum es dan pantang keluar malam, jadi sebelum melakukan doa angin kami harus sudah berada di dalam rumah,” terang Serra, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, selain pembatasan tersebut setiap anggota bahkan dilarang melakukan aktivitas di media sosial dalam bentuk apapun. Apabila ada yang melanggar maka harus siap menerima sanksi yang telah disepakati oleh tim.

“Sanksinya beragam, yang terakhir ada yang ketahuan kami berikan hukuman membuat permohonan maaf dan kemudian di upload di instagram. Dengan begitu yang melanggar akan malu dan membuatnya jera,” ungkap mahasiswi program studi Perpajakan FIA UB angkatan 2015 ini.

Meskipun mampu membawa pulang medali emas, namun selama empat hari di Semarang bukan tanpa halangan. Pasalnya perbedaan cuaca dengan Malang yang dingin, sementara di sana panas juga menjadi kendala bagi mereka.

Bahkan sangking panasnya di Semarang rutinitas mereka yakni lari pagi menjadi terganggu. Misalnya saja meskipun waktu masih pagi namun mataharinya sudah menyengat. Sehingga kegiatan pemanasan menjadi tidak optimal hingga mengurangi mood

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA