Mengenal Rick Bleszynski, WNI yang Jadi Bos Perusahaan Teknologi di AS

  • 13-09-2018 / 09:24 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Mengenal Rick Bleszynski, WNI yang Jadi Bos Perusahaan Teknologi di AS Pendiri dan CEO Splend Rick Bleszynski. (Istimewa/Splend)

AMERIKA SERIKAT – Belakangan ini media internasional banyak mengulas keberadaan Splend. Splend sendiri merupakan yaitu terobosan baru yang dapat memberikan solusi dalam mengatasi masalah infrastruktur jaringan blockchain, seperti dalam hal skalabilitas, keamanan, dan latensi.

Tidak banyak yang tahu bahwa Splend ternyata didirikan oleh salah seorang warga negara Indonesia (WNI). Dialah Rick Bleszynski, pendiri dan CEO Splend. Rick Bleszynski merupakan sosok dibalik kesuksesan platform Splend yang fenomenal itu.

Dia tinggal di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS), sejak 1978. Rick Bleszynski sudah hampir 30 tahun berkarya di bidang pengembangan teknologi mikroprosesor dan infrastruktur internet.

Rick juga merupakan pendiri dan mantan Chairman Bay Microsystems. Sebelum itu pendiri dan CTO Softcom Microsystems yang diakuisasi Intel Corporation pada 1999. Rick juga sempat berkarir sebagai mikroprosesor arsitek di beberapa perusahaan besar IT, seperti LSI Logic Corporation dan Velonex Corporation. Karya-karya Rick merupakan terobosan baru di eranya dan memberi kontribusi dalam pencapaian penguasaan pasar yang signifikan, serta keuntungan besar secara finansial.

Hingga kini, Rick memiliki 8 paten terdaftar di Amerika Serikat yang terkait dengan prosesor dan jaringan pita lebar (broadband network), di antaranya, patent #7,742,405 dan #7,310,348 untuk Network Processor Architecture, serta patent #6,311,212 untuk System and Methode for on-chip Storage of Virtual Connection Descriptors.

“Saya bersyukur beberapa teknologi karya saya dapat memberi kontribusi bagi pengembangan beberapa perusahaan besar IT di Amerika seperti LSI Logic, Intel, Cisco dan lainnya, yang diproduksi secara massal untuk kebutuhan swasta hingga pemerintah Amerika, dan siapa pun di dunia yang membutuhkan pengembangan dalam infrastruktur IT,” ujar Rick dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Kamis (13/9).

Kini melalui Splend, Rick telah mengembangkan platform teknologi yang dinamai Integrated Blockchain Architecture™ atau IBA™. IBA™ adalah sebuah pendekatan sistem terskala yang membagi fungsionalitas blockchain antara perangkat lunak dan perangkat keras untuk memecahkan masalah bottleneck yang kerap terjadi dan memberikan kinerja transaksi yang optimal. IBA™ mampu memproses transaksi blockchain secara cepat untuk jutaan pengguna dan piranti secara simultan. “Kami yakin bahwa blockchain akan menjadi jaringan baru yang terpercaya, sehingga harus mampu memproses ratusan juta transaksi per detik untuk jutaan pengguna secara simultan.” jelas Rick.              

Platform IBA™ juga merupakan keberhasilan Splend mengolaborasikan para ahli yang sangat berpengalaman dan memiliki latar belakang tiap bidang terkait dengan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA