Pasar Aksara Disgusur, Pedagang Tagih Janji Jokowi

  • 13-09-2018 / 13:55 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Pasar Aksara Disgusur, Pedagang Tagih Janji Jokowi Petugas membongkar lapak sementara Pasar Aksara, kamis (13/9). (Prayugo Utomo/jpc)

MEDAN- Para pedagang korban kebakaran pasar Aksara, Kota Medan hanya bisa pasrah saat Satuan Polisi Pamong Praja membongkar kios sementara mereka di badan Jalan Arif Rahman Hakim, Kamis (13/9). Penggusuran itu dilakukan lantaran pedagang dianggap menggangu arus lalu lintas di sana.

Penggusuran sudah dilakukan sejak pagi. Satpol PP bersama petugas dari Pemko Medan langsung membongkar kios yang terbuat dari kayu itu. Kondisi penertiban sempat memanas. Antara pedagang dan petugas terlibat adu mulut. Namun apa daya, pedagang kalah jumlah. Mereka tidak bisa berbuat banyak, hanya menatap lapak dagangannya dirubuhkan.

Para pedagang tidak terima. Lantaran mereka menganggap sudah diizinkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk sementara berjualan, sebelum Pasar Aksara dibangun lagi.

"Kami maunya di sini jualan. Kan sudah bilang Pak Jokowi disini kami jualan. Pak Jokowi sudah kemari. Dibilangnya, tidak ada penggusuran sebelum dibangun lagi Pasar Aksara. Nyatanya dua tahun nggak dibangun bangun-bangun," kata Amanda, 37, salah satu pedagang pakaian.

Pemko Medan memang sudah menyiapkan lapak baru. Namun kata pedagang kios itu tidak layak. Ukurannya hanya 1,5 x 1,5 meter. "Kami harus bangun sendiri. Dan itu nggak bisa menampung kami semua. Kami ini punya kios di Aksara. Bukan pedagang kaki lima. Kami menunggu janji Jokowi, untuk aksara dibangun lagi," ujar dia lagi.

Sementara itu, Kabid Trantibum Satpol PP Deli Serdang Marjuki mengatakan, sosialisasi soal penertiban itu sudah dilakukan jauh hari. Apalagi, penggusuran itu disebut-sebut berkaitan dengan pelaksanaan MTQ Nasional pada Oktober mendatang.

"Sebenarnya kalau hubungannya, ini sudah lama. Cuma (masalah) waktu juga karena sudah melanggar peraturan," ujarnya singkat.

Untuk diketahui, Pasar Aksara ludes dilahap si jago merah pada Juli 2016 lalu. 738 kios milik pedagang jadi korbannya. Hingga kini bangunan

lama itu tidak juga dibangun kembali. (pra/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA