Sistem Gorong-Gorong Buatan Belanda

  • 13-09-2018 / 20:16 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:abdi
Sistem Gorong-Gorong Buatan Belanda malangpostonline.com

Pada masa Belanda, DAS Brantas di wilayah Samaan ini disudet menjadi dua. Yang pertama adalah sudetan berupa sungai kecil di bagian ‘Samaan Ledok’ yang mengalir di sepanjang wilayah RW 5, 8, 4, dan 3. Sedangkan sudetan lainnya berupa kanal yang bernama “Kali Kadalpang” atau “Kali Sukun”, yang terdapat dua lubang gorong-gorong bikinan Belanda.

Sungai tersebut dinamakan warga Kali Sukun dikarenakan dahulu di tepian sungai tersebut banyak tumbuh tanaman sukun (Artocarpus altilis) yang melimpah ruah.

Berdasarkan pengamatan lapangan, setidaknya masih terdapat dua buah pohon tersebut di tepi DAS Brantas, jembatan Jl. Kintamani dekat Kali Sukun atau Kali Kadalpang. Kemudian untuk membendung arus sungai pada masa Belanda dibuatkanlah DAM Kadalpang di Sungai Brantas dekat perbatasan dengan Kelurahan Penanggungan.

“Terdapat hal menarik disini, yaitu nama ‘Kadalpang’, menurut cerita tutur masyarakat nama kadalpang itu berasal dari kata “kadal” dan “pang”,” ungkap Devan yang belum lama ini juga menyusun penelitian tentang Kelurahan Samaan.

Kadal yang dimaksud disini ialah binatang yang bernama biawak. Yang dimaksud pang artinya cabang yang merupakan aliran air sungai dibawah DAM Kadalpang, yang dibelah oleh sebuah daratan ditengah sungai (delta) sehingga aliran airnya bercabang. Maka, dengan demikian dapat kita disimpulkan kenapa DAM tersebut dinamakan “Kadalpang. (*)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA