Dua Skenario untuk Kolam Gajayana

  • 14-09-2018 / 00:25 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:hargodd
Dua Skenario untuk Kolam Gajayana Kolam renang Gajayana bakal dikelola lebih baik sehingga digunakan atlet renang jelang Porprov Jatim. Salah satu langkah nyata yakni mengganti air di kolam tersebut.(GUEST GESANG/MALANG POST, graifis: hargodd, tem/mp)

MALANG- Pemkot Malang siapkan dua skenario pengelolaan kolam renang Gajayana. Langkah pertama menguras kolam sehingga digunakan untuk latihan jelang Porprov Jatim. Sedangkan jangkah panjang melakukan perbaikan pada tahun depan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Nuzul Nurcahyo mengatakan,

berdasarkan hasil koordinasi dengan KONI, PRSI dan orang tua atlet menyepakati kolam renang Gajayana harus direnovasi.

“Renovasi membutuhkan waktu yang panjang sementara para atlet akan segera menghadapi Porprov Jatim.  Karenanya setelah itu baru di renovasi tahun depan,” ujar Nuzul.

Sebagai langkah jangka pendek, kata dia, segera mengganti air kolam agar bisa segera digunakan untuk latihan atlet renang Kota Malang. Sedangkan untuk perawatannya bakal diawasi ketat. Yakni diawasi oleh Dispora, PRSI, dan KONI. Tak sekadar mengawasi tapi juga memantau kualitas air secara bersama-sama.

Untuk mengganti air di kolam Gajayana membutuhkan air sebanyak 5.000 liter. Proses ini membutuhkan waktu antara satu hingga dua pekan.  “Kami ajukan menggantikan air. Khusus hasil laboratorium terkait kejadian beberapa waktu lalu perbedaan klor tidaklah signifikan. Hanya berbeda satu angka menurut Dinas Pendidikan,” katanya. Sehinga kondisi tersebut  tidak membahayakan atlet. “Kami tidak ingin kejadian itu terulang sehingga air harus dikuras,” jelas dia.

Seperti pernah diberitakan Malang Post,  sejumlah atlet renang Kota Malang pingsan akibat renang di kolam Gajayana beberapa waktu lalu. Apalagi air kolam renang tersebut sudah lebih dari lima tahun tidak diganti. Untuk itu kedepan akan selalu mengantisipasi kualitas air dengan melakukan cek atau uji laboratorium dan hasilnya harus dipasang di papan pengumuman agar  pengguna mengetahuinya.

Masih ditutupnya kolam renang Gajayana juga berpengaruh terhadap aktivitas latihan  atlet renang. Sekarang latihan rutin tetap berjalan dengan meminjam kolam renang milik Universitas Negeri Malang (UM) dan kolam renang di Rampal.

Sementara itu, Ketua Tirta Nirwana, Sutrisno Wardiman, menyambut baik keputusan mengenai pengelolaan kolam renang Gajayana. Apalagi nantinya akan dilengkapi life guard untuk memastikan keselamatan atlet.

“Begitupun juga dengan hasil pemeriksaan rutin kualitas air juga akan dipampang. Selain itu juga akan ada perbaikan sarana dan prasarana,” ungkap Sutrisno.

Dalam koordinasi bersama Pemkot Malang, pihaknya juga meminta agar air kolam renang selalu jernih.

Menurutnya, kejadian beberapa waktu lalu tidak perlu menyalahkan salah satu pihak namun sebaiknya dijadikan pelajaran untuk kedepan lebih baik. Adanya perbaikan ini juga diharapkan mampu menjadikan kolam renang Gajayana

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA