Menginspirasi Kehidupan Lebih Bermakna

  • 14-09-2018 / 23:24 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:hargodd
Menginspirasi Kehidupan Lebih Bermakna ist

Redaktur tamu

Kehidupan itu seindah pelangi yang menawarkan cakrawala, merentang tanpa batas. Begitu agungnya kehidupan, setiap orang ingin melakoninya dengan cara terbaik dengan harapan sampai di tempat peristirahatan yang sempurna. Dalam melakoni kehidupan, kita harus menentukan tujuan, prosedur, jadwal, modal, baik fisik maupun non fisik dan tantangan yang pasti akan kita hadapi.

Perjalanan kehidupan ibarat melalui jalan satu arah, kita boleh memilih beberapa jalan alternatif ke depan, tapi kita tidak mungkin berhenti untuk istirahat apalagi kembali ke titik awal. Usia kita tidak akan mungkin berhenti sejenak, karena kelelahan kemudian  istirahat sebentar.

Hiduplah dengan cara sederhana, tingkatkan ibadah yang berkualitas dan selalulah belajar. Orang yang selalu mau belajar dan bersikap optimis adalah pemilik masa depan, sebaliknya orang yang tidak mau belajar dan selalu mengeluh akan menjadi pemilik masa lalu.

Hidup harus belajar, belajar itu hidup. Sebagai orang hidup, setiap detik harus dimanfaatkan untuk selalu belajar. Orang yang tidak belajar berarti sudah tidak hidup lagi. Belajar bisa dengan melihat, membaca, mendengar dan merasakan. Semua indera kita merupakan sarana dan prasarana untuk belajar. Belajar itu bisa kita lakukan dari semua ciptaan Alah SWT, baik dari manusia, tumbuhan, hewan, atau makhluk ciptaan Allah yang lain.

Orang yang selalu belajar akan dapat meningkatkan kualitas diri dan berbagi dengan orang lain. Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa pergi menuntut ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. Para malaikat membentangkan sayapnya karena ridho kepada penuntut llmu dan semua makhluk hidup di bumi akan memohonkan ampunan bagi penuntut ilmu hingga ikan-ikan di lautanpun memohonkan ampunan baginya”.

Pengertian ibadah dalam Islam adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan Allah (hablum minallah) dengan manusia (hablum minannas) dan dengan semesta alam atau lingkungan hidup (hablum minal alam). Allah SWT berfirman : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada_KU. Sesungguhnya Allah dialah Maha Pemberi rezeki yang mempunyai kekutan lagi sangat kokoh ( Qs. Adz-Dzaariyaat : 56-58 ).

                Salah satu penyebab ibadah tidak mendatangkan kebahagiaan karena kita tidak bisa menikmati ibadah tersebut dengan jujur, ikhlas dan sabar. Kita hanya melaksanakan ibadah semata-mata karena ritual atau kewajiban atau pamer.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA