Sidang Putusan Mantan Wali Kota Batu, Lawan Politik Ingatkan Jasa-Jasa ER

  • 28-04-2018 / 00:08 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:slatem
  • dibaca:478
Sidang Putusan Mantan Wali Kota Batu, Lawan Politik Ingatkan Jasa-Jasa ER foto: febri/mp

acara bersama Bapak Eddy Rumpoko di Kota Batu, sosoknya memang baik dan ramah,” ujar Gus Din kepada Malang Post, kemarin.

Meski saat itu dia belum mengenal dekat ER sapaan akrab Eddy Rumpoko, Gus Din menilai ER ramah. Apalagi ER sukses membangun Kota Batu menjadi lebih maju seperti sekarang.

Menurutnya pembangunan kota yang dulunya pernah bergabung dengan Kabupaten Malang ini sangat pesat. Banyak tumbuh usaha wisata besar. Sebut saja ada Jatim Park Group dan bermunculan hotel-hotel berbintang. Dia mengatakan, pembangunan pesat di Kota Batu tersebut memang upaya yang dilakukan ER selama memimpin Kota Batu.

“Seperti dilihat seperti sekarang, kondisi Kota Batu berkembang sangat pesat,” kata Gus Din.
Dia melanjutkan, selama berkontestasi pada pemilihan Pilkada Kota Batu, juga menjalin hubungan baik dengan ER. Saat itu, dia bersaing dengan Dewanti Rumpoko yang notabene merupakan istri ER yang melaju mencalonkan diri jadi Wali Kota Batu.

Hingga Dewanti Rumpoko menjadi Wali Kota terpilih yang memimpin Kota Batu pada periude 2017-2022. “Selama bersaing dalam Pilkada, saya juga menjalin hubungan yang baik,” imbuh Gus Din. Yang paling dia perhatikan adalah ER merupakan sosok ramah dan konsisten dalam memajukan Kota Batu melalui pembangunan.

Melalui berbagai pembangunan itu dia menilai merupakan sebagai prasasti yang ditorehkan oleh ER. “Tentunya berbagai pembangunan yang dilakukan tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan dapat memajukan Kota Batu secara keseluruhan,” pungkasnya.

Dakwaan Primer Tak Terbukti
Sementara itu, ER mendapat vonis hukuman penjara selama tiga tahun, denda Rp 300 juta dan pencabutan hak politik tiga tahun subsider tiga bulan di Pengadilan Tipikor Sidoarjo, kemarin. Vonis dibacakan Majelis Hakim dengan Ketua  Unggul Warso Mukti di Pengadilan Tipikor. 

Sidang putusan mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menjadi perhatian banyak pihak di Pengadilan Tipikor. Ruang sidang penuh dengan warga Kota Batu dan pihak lain hingga tidak mampu menampung. Saat sidang berlangsung, masih banyak warga Kota Batu dan lainnya berada di luar karena pintu ditutup petugas keamananan karena kapasitas yang terbatas.

Malahan petugas keamanan dari kepolisian hingga intern Pengadilan Tipikor melakukan penjagaan sejak pagi sebelum pelaksanaan sidang berlangsung. Petugas langsung memperingatkan jika ada pengunjung bersuara, HP berbunyi atau melakukan pemotretan menggunakan flash. Meski pengunjung sangat banyak, namun mereka tertib sehingga tidak mengganggu persidangan.

Majelis Hakim menilai bahwa dakwaan primer jaksa penuntut umum (JPU) KPK terhadap terdakwa Eddy Rumpoko (ER) tidak terbukti. Berdasarkan fakta-fakta persidangan pertimbangan, pasal 12 huruf a Undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan dan tuntutan jaksa terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah.
Demikian halnya unsur menerima uang Rp 200 juta juga dianggap tidak terpenuhi karena saat terjadi OTT oleh KPK, terdakwa sedang mandi di kamar rumah dinasnya dan langsung dibawa ke Polda Jatim oleh petugas KPK.

Menurut Unggul Warso Mukti, Ketua Majelis Hakim, majelis berusaha membuktikan dakwaan subsidair karena dakwaan primer tidak terbukti. Terdakwa memerintahkan Edi Setiawan, Kepala ULP Pemkot Batu membantu Philipus Jap memenangkan tender pengadaan mebeler 2017 dengan imbalan fee 10 persen untuk terdakwa dan dua persen untuk Edi Setiawan. Terdakwa ingin punya mobil Alphard seri terbaru kemudian memanggil Philipus Jap, menyampaikan keinginannya dengan janji memenangkan lelang di Pemkot Batu.

“Terdakwa tidak terbukti menerima uang Rp 200 juta seperti yang disangkakan. Sehingga unsur pidana sebagaimana dalam dakwaan primer tidak terpenuhi dan subsider terpenuhi,” lanjut Unggul.

Sementara itu Puspita Hardi Sari, Ketua Pelaku Niaga Sipil (PNS) Kota Batu menanggapi, vonis selama tiga tahun hukuman penjara, denda Rp 300 juta dan pencabutan hak politik selama tiga tahun masih berlebihan. Seharusnya mantan Wali Kota Batu, ER seharusnya bebas dari semua hukuman. Alasanya, ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko tidak bersalah karena tidak merugikan.

‘’Seharusnya, bapak bebas karena tidak bersalah. Bapak itu tidak merugikan negara,’’ terang Puspita usai persidangan, kemarin.

Sedangkan M Sodig Dio, salah satu tokoh warga Kota Batu menilai, Eddy Rumpoko adalah sosok yang bisa membawa Kota Batu ke arah lebih baik. Melalui program, terutama pariwisata bisa menjadikan warga Kota Batu lebih sejahtera. Warga Kota Batu pun tidak melupakan jasa ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko meski dia harus menerima putusan hukuman penjara selama tiga tahun.

“Sebagai contoh, harga tanah di Kota Batu meningkat tajam karena perkembangan yang sudah diperjuangkan Pak Eddy Rumpoko. Jadi warga Kota Batu bisa semakin sejahtera karena peningkatan harga tanah tersebut,’’ tegas Dio, panggilan akrabnya di Pengadilan Tipikor, kemarin.

Dia juga menjelaskan, Jukir bisa mendapatkan penghasilan setiap hari karena jumlah pengunjung ke Kota Batu semakin banyak setiap hari. Belum lagi sektor kuliner, pedagang makanan pinggir jalan hingga

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA