Kearifan Lokal Di atas Kanvas

  • 14-09-2018 / 23:37 WIB - Editor: febri s
  • Uploader:abdi
Kearifan Lokal Di atas Kanvas TERKESIMA: Seorang gadis sedang mengamati salah satu lukisan dalam pameran Seni Rupa September di Galery Raos, Kota Batu. (dicky bisinglasi/mp)

BATU - Lingkungan merupakan tempat kelangsungan hidup manusia yang membentuk budaya, adat dan perilaku. Setidaknya pesan itulah yang ingin disampaikan oleh 23 seniman asal Kota Batu yang tergabung dalam pameran Seni Rupa September dalam bingkai media kanvas di Galery Raos Kota Batu pada Kamis (13/9) kemarin.

Salah satu karya berjudul Trace Epilogue, karya Abdul Halim memberikan pesan tentang perjalanan hidup seorang dalam menapaki pekerjaan. Pesan tersebut disampaikan melalui lukisan bergambar seorang laki-laki yang menutup sebelah matanya dengan wajah dingin.

Begitu juga dengan lukisan Djoenari Soebarja yang diberinya judul Between Devil and Angel. Di mana dalam lukisannya ia ingin menyampaikan keserakahan manusia yang menjarah hutan mengakibatkan rusaknya lingkungan.

Ya itulah beberapa gambaran dari 24 lukisan yang terpajang di dinding Galery Raos yang merupakan serangkaian kegiatan September Art Month (SAM). Dalam pameran yang digelar mulai 8-26 Septermber tersebut memamerkan 20 lukisan dengan media kanvas dan 3 lukisan 3D.

"Pameran ini merupakan langkah awal awal bagi seniman Kota Batu dalam menggelar event tahunan. Yang mana dalam karyanya, para seniman Kota Batu diberi kebebasan untuk berkarya," ujar Djoenari Soebarja kepada Malang Post kemarin.

Ia menjelaskan, banyak dari karya yang digarap oleh seniman Kota Batu yang mengangkat kearifan atau budaya lokal. Mulai dari pertanian hingga hal remeh temeh dalam kehidupan sehari-hari.  Tak hanya itu, Djoenari mengungkapkan jika para seniman yang tergabung dalam komunitas Pondok Seni Batu telah ada sejak tahun 1980. Di mana melalui pameran tersebut merupakan bukti eksistensi dalam berkarya. "Bahkan banyak dari seniman di Kota Batu yang menghidupi seni. Bukan hidup dari seni," imbuhnya.

Karena itu, bersama seniman yang tergabung dalam komunitas Pondok Seni Batu ia berharap, pameran tersebut menjadi pemicu gerakan kesenian yang lebih bergairah dan berkualitas. Khususnya bagi generasi muda.

"Dengan menggeliatnya dunia seni di Kota Batu, setidaknya pameran ini bisa memicu anak-anak muda lebih kreatif dan inovatif dalam berkarya. Apalagi saat ini perkembangan teknologi semakin berkembang. Hal itu juga bisa dimanfaatkan dengan baik sekaligus tantangan bagi para seniman di Kota Batu khususnya," pungkasnya. (eri/lim)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA