Polres Batu Target Nilai A, Terima Kritik

  • 14-09-2018 / 23:42 WIB - Editor: febri s
  • Uploader:abdi
Polres Batu Target Nilai A, Terima Kritik TANDA TANGAN: Perwakilan masyarakat bersama Kapolres Batu, AKPB Budi Hermanto melakukan tanda tangan berita acara di Rupatama Polres Batu, Jumat (14/9) kemarin. (KERISDIANTO/MALANG POST)

BATU - Pelayanan terbaik hingga transparansi anggaran terus dilakukan Polres Batu menuju Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Langkah itu dilakukan dengan mengadakan Forum Konsultasi Publik (FPK) untuk menerima, kritik, saran dan masukan dari warga di Rupatama, Polres Batu, Jumat (14/9) kemarin.

Perwakilan yang hadir melakukan tanya jawab, kritik, masukan hingga sharing informasi terkait pelayanan. Semua itu ditujukan selama kepemimpinan Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto S.IK M.Si sejak 2017.

“Melalui forum ini, kami ingin menampung, kritik, masukan yang dirasa kurang dalam pelayanan Polres Batu. Jika ada petugas tidak melayani dengan baik atau menjadi calo segera laporkan," ujar AKBP Budi Hermanto kepada Malang Post.

Ia menjelaskan lebih lanjut, dengan perkembangan teknologi seharusnya bisa memotong birokrasi. "Karena itu kami ingin semua pelayanan dari pengurusan SKCK, SIM, SPKT, ruang disabilitas, foto copy hingga minuman gratis telah kami siapkan," bebernya Kapolres yang akrab disapa Buher.

Bahkan di luar itu, pihaknya juga menerima aduan masyarakat melalui aplikasi Apel Batu mulai dari pohon tumbang hingga kemacetan. Dalam mengawasi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat pihaknya telah memasang 700 CCTV di jalan-jalan protokol dari target 1000 CCTV.

Dalam forum itu, Polres Batu juga mendatangkan pakar untuk memaparkan bagaimana seharusnya pelayanan yang harus dilakukan Polres Batu. Hal itu diungkapkan oleh Tenaga Ahli Kebijakan Pelayanan Publik, Dr H Slamet Muchsin M.Si.

"Apa yang telah diprogramkan dan pelayanan Kapolres Batu adalah lompatan besar. Polres Batu telah membuat roadmap yang baik. Itu dilihat dari perubahan mindset anggota. Sehingga tercipta pelayanan prima kepada masyarakat" ujar Muchsin.

Memasuki sesi diskusi beberapa peserta mengungkapkan semua kekurangan dalam pelayanan Polres Batu. Heru Priyanto sebagai pemohon yang melaporkan kehilangan surat berharga ke SPKT Polres Batu.

Ia mengatakan lebih nyaman saat petugas menggenakan pakaian bebas. "Sedangkan untuk pelayanan sudah sangat bagus. Saya diantar setiap prosesnya oleh petugas. Namun yang kurang petugas harus memperkenalkan dirinya terlebih dahulu," imbuhnya.

Sedangkan Sutiaji, petani dari Desa Torongrejo mengucapkan terima kasih atas pelayanan Polres Batu. Karena dirinya diingatkan langsung oleh petugas dengan menyambangi kerumahnya jika masa berlaku SIM-nya akan habis.

“Pertama saya kaget, kok ada polisi di rumah rumah saya. Ternyata kedatangan Polisi yang namanya Radit itu untuk memberikan surat pemberitahuan kalau masa

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA