Desa Wisata Brau Mulai Dikerjakan

  • 14-09-2018 / 23:46 WIB - Editor: febri s
  • Uploader:abdi
Desa Wisata Brau Mulai Dikerjakan KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso dan beberapa Kepala OPD menikmati salah satu spot foto saat mengunjungi Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. (DICKY BISINGLASI/MALANG POST)

Dilengkapi Spot Foto dan Kandang Komunal

BATU – Rencana Pemkot Batu mengembangkan Desa Wisata di Dusun Brau Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji mulai dilakukan langkah awal, Jumat (14/9) kemarin. Wakil Wali Kota, Punjul Santoso dan beberapa Kepala OPD langsung berkunjung ke Dusun Brau untuk proses pembuatan roadmap. 

Punjul mengatakan, daerah di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini kaya dengan potensi peternakan susu sapi dan pertaniannya. Karena itu, tidak salah jika Pemkot Batu yang memiliki visi "Desa Berdaya Kota Berjaya", saat ini tengah menyusun rencana untuk mengembangkan desa wisata peternakan dan pertanian terpadu.

"Dusun Brau adalah salah satu daerah penghasil susu dan produk pertanian. Dari potensi ini, Pemkot segera mengerjakan secara bertahap pengembangan Desa Wisata peternakan dan pertanian terpadu," ujar Punjul kepada Malang Post.

Punjul telah meminta Bappeda segera membuat perencanaan Desa Wisata Brau. Sedangkan untuk DPUPR akan merenovasi masjid yang berada di tengah pemukiman.

Selain itu untuk PJU menuju ke Brau, pihaknya meminta untuk penerangan di spot yang akan digunakan lokasi-lokasi wisata. Sedangkan dari Dinas Pertanian akan membuat kandang komunal.

"Mengingat masyarakat di Dusun Brau mayoritas adalah peternak sapi. Kandang komunal ini dikhususkan bagi peternak sapi perah yang hanya memiliki 1 atau 2 sapi. Sehingga nanti bisa digunakan untuk tempat wisata edukasi sapi," bebernya.

Nantinya, lanjut Punjul peternakan komunal dibangun pada tanah milik Perhutani. Limbah sapi perah dimanfaatkan untuk biogas dan pupuk organik.

"Masyarakat menanggapi hal itu dengan antusias. Mereka siap untuk kerja bakti bersama untuk membuat drainase dan melebarkan jalan," paparnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya telah membicarakan dengan OPD agar menganggarkan program melalui P-APBD (PAK). Karena jika proyek desa wisata bakal di lelang tidak ada kesalahan dalam pendanaanya. Bahkan juga ada kerja sama dengan pihak ketiga melalui CSR, yakni Jatim Park Foundation membuka paket perjalan dari Jatim Park menuju spot-spot desa wisata.

Sebagai leading sector,  Plt Kepala Dinas Pariwisata, Imam Suryono mengatakan jika Brau menjadi salah satu program desa wisata tahun ini. "Sesuai visi misi Kepala Daerah bidang wisata, khususnya wisata desa, kami segera mengangarkan program itu di PAK. Agar segera bisa dikerjakan. Ini butuh dukungan dari OPD lain," bebernya.

Ia menambahkan, untuk tiket masuk sesuai kesepakan akan dibandrol Rp 5000. Bahkan juga dibuka lahan parkir untuk bus di Desa Sumberejo.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA