Tersangka Pemalsuan, Christea Wajib Lapor

  • 15-09-2018 / 22:56 WIB - Editor: marga
  • Uploader:irawan
Tersangka Pemalsuan, Christea Wajib Lapor

SIDOARJO- Setelah sempat meminta pengunduran diri dari jadwal pemeriksaan di Satreskrim Polresta Sidoarjo, Christea Frisdiantara, 59, warga Jalan Terusan Tinombala Malang akhirnya memenuhi panggilan polisi, Jumat (14/9). Ia diperiksa sebagai tersangka  tindak pidana membuat atau menggunakan akta otentik palsu, sesuai Pasal 264 KUHP.

Seperti diberitakan, Christea ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit V Harda  Satreskrim Polresta Sidoarjo setelah menerima laporan Lurah Magersari, Sidoajo, Moch. Arifien, 56. Dalam laporan polisi nomor: LPB/304/VII/2018/Jatim/Resta SDA, dosen itu dilaporkan membuat surat palsu atau memalsukan surat keterangan domisili di Sidoarjo.

Seharusnya, rival Soedja’i dalam sengketa Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PT PGRI ) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) itu menjalani pemeriksaan, Jumat (7/9) lalu. Sumber Malang Post di Mapolresta Sidoarjo, membenarkan pemeriksaan itu.

“Iya betul. Christea diperiksa sampai malam hari. Ada lebih dari 15 pertanyaan yang diberikan penyidik kepada dia. Christea juga didampingi salah satu penasehat hukumnya,” kata sumber terpercaya ini. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, penyidik masih belum menahannya. Ia masih dikenakan wajib lapor.

Dikonfirmasi perihal pemeriksaan dan wajib lapor hari Senin dan Kamis ini, Christea tidak komentar banyak. “Wah sampean koq weruh ae ngalah2i polisi,” balasnya melalui pesan WhatsApp. “Kalo gak usah diberitakan knapa?,” lanjut dia dalam pesan yang sama. Setelah itu dia juga menuliskan pesan ketiga: “Gak komen”.

Kasus pidana yang menjerat Christea ini, surat domisili itu, digunakan untuk proses pengajuan kredit di bank. Namun, Arifien mengaku tidak pernah membuat surat itu. Sehingga dia membuat surat keterangan yang menyatakan, tidak pernah mengeluarkan surat domisili atas nama Christea untuk keperluan pengajuan kredit di Bank Mandiri Syariah Sidoarjo.

Belakangan, surat keterangan itu, digunakan untuk merubah specimen bank yang menyimpan uang milik PPLP-PT PGRI Unikama, dengan meminta penetapan dari PN Sidoarjo. Terbongkarnya kasus ini, setelah beberapa bank yang mendapat tembusan surat penetapan PN Sidoarjo itu, melakukan klarifikasi ke Soedja’i.

Dikonfirmasi terpisah, MS. Alhaidary, SH, MH, ketua tim kuasa hokum PPLP-PT Soedja’i, mengaku tidak tahu soal pemeriksaan Christea. “Kalau soal itu, saya kurang tahu karena tidak mengikuti. Apalagi masalah penahanan. Ditahan atau tidak, itu kewenangan penyidik,” katanya kepada Malang Post. 

Namun biasanya penahanan dilakukan atas dasar pertimbangan obyektif  (KUHAP) dan pertimbangan subyektif penyidik. “Masalah status wajib lapor terhadap Christea, saya juga

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA