Satu Persen untuk Penyandang Disabel

  • 20-09-2018 / 22:59 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Satu Persen untuk Penyandang Disabel ilustrasi

MALANG - Formasi CPNS Kota Malang memberi kesempatan pula pada kaum disabilitas untuk menjadi pengabdi negara. Yakni sebanyak 3 kuota kursi disediakan. Hal ini merujuk pada aturan resmi penerimaan PNS dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI.

Yakni dari kuota keseluruhan daerah, Kota Malang yakni 282, maka satu persennya harus disediakan untuk kaum disabilitas. Hal ini dibenarkan oleh Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto saat dikonfirmasi.

“Benar satu persen dari 282 akan diberikan pada kaum disabilitas,” ungkapnya kemarin.

Maka dari itu kursi PNS Kota Malang yang tersedia bagi kaum disabilitas terdapat 3 kursi. Menurut situs resmi BKN, syarat yang untuk formasi khusus disabilitas adalah harus berusia 18 sampai 35 tahun dan menyertakan surat keterangan dokter terkait jenis atau tingkat disabilitasnya.

Menurut Widianto, pemerintah pusat sendirilah yang akan menyaring pendaftar dari kaum disabilitas.

Yang kemudian akan ditempatkan sesuai dengan penilaian dari pemerintah pusat sesuai formasi yang tersedia di Kota Malang nantinya.

“Semua pemerintah yang akan menilai dan menempatkannya,” terangnya.

Sementara itu, masih terkait detail formasi, Kota Malang sendiri menyediakan 282 kursi PNS. Meski begitu perlu diketahui adalah rincian formasi ini. Yakni 7 kursi disediakan formasi khusus eks tenaga honorer kategori 2 dan 275 sisanya untuk formasi umum.

Menurut Pengumuman Wali Kota Malang Provinsi Jawa Timur No 4 Tahun 2018 tentang Kebutuhan CPNS Pemkot Malang Formasi Tahun Anggaran 2018 penempatan 7 orang eks tenaga honorer K2 akan ditujukan pada unit penempatan kerja sekolah negeri di lingkungan Dinas Pendidikan.

Sementara untuk formasi umum lebih banyak akan ditempatkan pada jabatan tenaga guru yakni sebanyak 230 kursi. Dengan penempatan unit kerja di kurang lebih 100 sekolah dasar dan SMP negeri di Kota Malang. Dengan rata-rata penempatan per sekolah 1 hingga 3 orang PNS.

Untuk penempatan tenaga kesehatan yakni berjumlah 39 kursi PNS akan disebar di 16 Puskesmas di Kota Malang dan RSUD Kota Malang.

Rinciannya penempatan kerja kurang lebih 1 hingga 5 tenaga yang terdiri dari dokter umum, apoteker, perekam medis, dan perawat sesuai kebutuhan puskesmas-puskesmas yang ada. Sementara penempatan di RSUD hanya disediakan dua kursi PNS dengan kebutuhan satu dokter spesialis bedah dan satu dokter spesialis anestasi.

Untuk formasi selanjutnya adalah bagi tenaga teknis infratruktur yakni sebanyak 6 kursi PNS. Akan ditempatkan di satu unit penempatan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA