Kejar Rp 194 M, Bapenda Bebaskan Denda Pajak

  • 21-09-2018 / 10:50 WIB - Editor: Hary Santoso
  • Uploader:HAS
Kejar Rp 194 M, Bapenda Bebaskan Denda Pajak TARGET: Boedi Prijo Suprayitno, Kepala Bapenda Jatim meluncurkan progam bebas denda BBNKB dan PKB di kantornya, kemarin siang. (HARY SANTOSO/MALANGPOST)

SURABAYA – Jurus maut kembali diterapkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim. Lembaga utama ‘pencetak’ uang di Pemprov Jatim ini, berharap tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Jatim senilai Rp 194 miliar bisa diraup dalam kurun waktu 2 bulan.

Caranya, Bapenda Jatim membebaskan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Satu lagi, wajib pajak dibebaskan sanksi administratif PKB dan BBNKB. ‘’Yakin. Kami yakin target ini bisa masuk,’’ tandas Boedi Prijo Suprayitno, Kepala Bapenda Jatim di kantornya, Kamis siang.

Hingga Juni 2018, ada 5.468.213 obyek kendaraan bermotor tidak melakukan daftar ulang. Atau sama dengan 29,10 persen dari kendaraan bermotor di Jatim yang jumlahnya mencapai 18.792.588 unit.

Diharapkan yang memanfaatkan keringanan dan pembebasan denda PKB dan BBNKB minimal 50  persen jumlah obyek yang tidak daftar ulang. Atau paling tidak bisa menghasilkan uang Rp 194 miliar. Atau lebih besar dibanding tahun 2017 yang hanya Rp 167 miliar.

‘’Rinciannya dari pemutihan PKB bisa meraih pemasukan Rp 136,57 miliar. Dan dari pembebasan denda sebesar Rp 57,9 miliar,’’ rinci Boedi, yang belum sebulan menjabat Kepala  Bapenda Jatim ini.

Hingga triwulan ketiga 2018, realisasi pendapatan daerah dari PKB telah mencapai 82,13 persen. Atau sekitar Rp 4,270 triliun. Sedang realisasi dari BBNKB mencapai 86,61 persen atau setara Rp 2,988 triliun.

Program keringanan dan pembebasan pajak daerah ini, akan berlangsung hingga 15 Desember 2018. ‘’Dan kalau mau balik nama kendaraan bermotor, berkas yang lama dicabut dulu. Dan pula terlalu mepet waktunya,’’ harapnya. (has)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA