Debt Collector Bawa Lencana Polisi Hasil Mencuri

  • 22-09-2018 / 23:02 WIB - Editor: Mahmudi
  • Uploader:abdi
Debt Collector Bawa Lencana Polisi Hasil Mencuri DIAMANKAN: Kedua tersangka debt collector yang diamankan ketika dimintai keterangan oleh penyidik Unitreskrim Polsek Singosari. (Agung Priyo/Malang Post)

MALANG- Perkembangan kasus debt collector yang diamankan Polsek Singosari, ternyata lencana polisi yang dipakai tersangka dua debt collector itu hasil mencuri. Karenanya selain terancam kasus perampasan, keduanya yang dibekuk Unit Reskrim Polsek Singosari, yang menyaru sebagai polisi saat menjabel motor kreditan ini, juga bakal dijerat kasus pencurian.

"Mereka akan kami jerat pasal berlapis. Selain 368 KUHP tentang perampasan, juga pasal 363 KUHP tentang pencurian," jelas Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, kemarin.

Kedua debt collector yang ditangkap itu Yudianto, 43, warga Dusun Paretinap-Parerejo Kecamatan Purwodadi, Pasuruan dan Anang Setiawan, 43, warga Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis. Mereka ditangkap karena merampas motor milik Sukrip, 51, warga Desa Patokpicis, Wajak.

Menurut Supriyono, berdasarkan pengakuan kedua tersangka, lencana polisi yang digunakan untuk menakuti korban itu, didapat dari mencuri. Lencana diambil dari rumah temannya di Madura, ketika mereka bermain. "Namun siapa nama temannya, keduanya mengaku lupa. Karena itu, kami masih terus akan mendalami kasus pencurian ini," ujarnya.

Mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini mengatakan, modus kedua tersangka memaksa orang membayar utang dengan menunjukkan lencana polisi ini, sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. Kemungkinan selain Sukrip, masih banyak korban lainnya. "Kami masih terus kembangkan kasusnya. Apabila ada masyarakat yang pernah menjadi korban penipuan yang dilakukan tersangka, bisa melapor pada kami," tuturnya.

Peristiwa perampasan motor ini, terjadi pada pertengahan September 2018 lalu. Awalnya, Sukrip, 51, warga Dusun Patokpicis, Kecamatan Wajak, berkendara di kawasan Karanglo sore hari. Sukrip membonceng istri dan anaknya yang masih kecil dengan Honda Beat hitam W 3988 WV. 

Siang hari itu, mereka tiba-tiba dihentikan tiga orang tak dikenal berpakaian preman yang berteriak-teriak kepada korban. "Berhenti, berhenti,” ucap pelaku saat menghentikan korban.

Karena merasa tak kenal, Sukrip tetap berkendara. Namun, motornya dipepet oleh para pelaku. Korban tidak mau terjatuh di jalan, sehingga menghentikan kendaraannya di bawah paksaan para pelaku. Tak lama, dia diperintahkan turun dari sepeda motor dan diminta memberikan motor tersebut kepada pelaku.

Satu di antara pelaku bahkan menunjukkan lencana berlogo polisi. Korban lalu diminta untuk mendatangi kantor polisi setelah sepeda motor dikuasai oleh para pelaku. Hanya saja, bukannya dibawa ke kantor polisi, korban malah diantarkan ke sebuah kantor finance di kawasan Jalan Ciliwung, Kota Malang.

Setibanya di kantor tersebut, korban diminta melunasi

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA