Indahnya Motif Batik Abstrak

  • 28-04-2018 / 00:35 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:angga
  • dibaca:704
Indahnya Motif Batik Abstrak SERU: Siswa SMP antusias mengikuti pembelajaran membatik dalam agenda Technoart di SMKN 5 Malang, kemarin.(Firman Malang Post)

MALANG – Puluhan siswa SMP di Malang Raya bersemangat mengikuti workshop membatik di SMKN 5 Malang, Jumat (27/4). Mereka tidak hanya mendapatkan materi seputar batik, namun juga bisa praktik langsung membuat batik di atas kain putih berukuran 2.15 meter.

Siswa SMP yang masih pemula belajar batik ini diajarkan membuat batik tulis dengan proses pembuatan paling sederhana menggunakan teknik abstrak. Meskipun sederhana, namun teknik tersebut tidak meninggalkan esensi batik itu sendiri. Bahkan juga melalui tahap pelilinan, pewarnaan, pelorotan, dan penjemuran.

Ketua jurusan Desain dan Produksi Batik, Suroso, S.Pd, mengatakan, yang dikatakan batik pada dasarnya adalah harus melewati tiga proses tersebut. Lantaran waktu workshopnya terbatas, proses pewarnaan menggunakan jenis-jenis warna reaktif.

”Warna reaktif yaitu menggunakan remasol, yang mana proses tersebut tidak melalui proses pencelupan malainkan dengan teknik obar-obir yaitu warna disemprotkan pada kain dengan berbagai macam warna sehingga menjadi satu kesatuan dengan kesan abstrak,” ujar Suroso.

Selain itu, saat proses pelilinannya siswa diajarkan bukan memakai canting tulis dengan pola, melainkan lilin malam panas itu dicipratkan dengan kain putih sehingga ada bentuk-bentuk goresan tetesan tidak terarah. Kemudian ketika kain tersebut sudah dilorot (direbus) warnanya akan berubah menjadi putih dan terlihat menjadi sesuatu yang indah. Proses terakkhir adalah penjemuran hingga kain mengering dan siap digunakan.

”Workhsop untuk siswa SMP ini kami berikan yang paling mudah, namun berbeda dengan siswa kami saat pembelajaran di kelas. Mereka yang sudah menginjak kelas XI harus melewati proses desain yang rumit. Karena karya siswa SMKN 5 adalah karya terapan yang harus bisa diaplikasikan untuk baju. Sehingga harus bagus, enak dipandang dan disukai orang,” ujar Suroso.

Meskipun harus melewati beberapa jam untuk membuat batik, namun siswa dengan telatan mengikuti setiap proses yang diajarkan pada workshop tersebut. Bahkan begitu kain batik selesai dilorot, siswa takjub melihat hasilnya, yang semula seperti aneh dan kotor berubah menjadi corak yang indah.

Salah satu siswa SMP peserta workshop, Siti Nurhalimah,  mengatakan, baru pertama ikut kegiatan membatik di luar sekolah. Ia merasa senang bisa mengikuti setiap proses pembuatan batik meskipun pada awalnya belum pernah membuat batik dengan teknik seperti itu.

”Tim kami menyelesaikan satu kain batik itu membutuhkan waktu kurang dari satu jam, yang lama saat menjemur kain sebelum pelorotan. Namun saat melihat

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA