Ratusan GTT/PTT Kabupaten Malang Mogok Kerja

  • 27-09-2018 / 23:29 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:angga
Ratusan GTT/PTT Kabupaten Malang Mogok Kerja VIRAL: Inilah spanduk dari GTT/PTT Kecamatan Dampit yang viral. (IST)

MALANG–Habis sudah kesabaran Guru Tidak Tetap (GTT ) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kabupaten Malang. Mereka merealisasikan ancamannya dengan mogok kerja, Kamis (27/9) kemarin. Sesuai informasi yang dihimpun Malang Post, mogok kerja terjadi pada sekolah-sekolah di Kecamatan Dampit, Wagir, Donomulyo, Kalipare dan Gedangan.

Ironisnya, aksi mogok ini dilakukan sepihak para GTT dan PTT tanpa memberitahukan kepada pengurus GTT/PTT.  Mereka melakukan mogok seiring dengan tuntutannya tak segera dipenuhi. Salah satu GTT K2 menyebutkan, sejak lama mereka merasa resah, lantaran tak kunjung diangkat menjadi CPNS.

Keresahan ini memuncak setelah pemerintah pusat mengumumkan adanya rekrutmen CPNS 2018. Di mana rekruitmen juga dibuka untuk jalur K2, dengan batasan usia di bawah 35 tahun. Sehingga GTT K2 yang usianya lebih dari itu, maka secara otomatis kehilangan kesempatan untuk menjadi CPNS.

”Dari dulu kami menuntut K2 diangkat sebagai CPNS, tanpa tes. Tapi kenyataannya seperti ini. Yang yang ironis usianya dibatasi. Kami yang usianya lebih dari itu tak bisa ikut, dan itu merusak mimpi kami menjadi CPNS,’’ urai GTT yang enggan disebutkan namanya ini.

Sementara para GTT yang melakukan mogok kerja ini juga sempat mengucapkan permohonan maaf kepada para siswa. Permohonan maaf itu diucapkan GTT/PTT melalui spanduk. Dalam spanduk tersebut tertulis ’Maafkan Kami Murid-Muridku. Terpaksa ku meninggalkan kalian karena pemerintah tidak peduli. Pengabdianku selama ini sebagai guru dan penjaga honorer. Save GTT/PTT Kec Dampit’. Foto spanduk itu menjadi viral di media sosial.

Aksi mogok kerja GTT dan PTT ini dibenarkan oleh Korwil Dinas Pendidikan, Kecamatan Dampit, Muh. Yasin. Dihubungi Malang Post, siang kemarin Yasin mengatakan mogok kerja dilakukan para GTT/PTT sejak pagi.

”Iya, ada 48 sekolah dasar GTT  dan PTT nya mogok. Untuk jumlah GTT/PTT yang mogok sekitar 250,’’ katanya.

Kendati demikian, Yasin mengatakan mogok kerja tersebut tidak berdampak signifikan. Itu karena sekolah yang memiliki guru PNS minim, disupport guru dari sekolah lain. ”Proses belajar mengajar tetap dilakukan. Sekolah yang memiliki guru PNS minim, disuppor guru PNS dari sekolah lain,’’ urainya.

Namun demikian, dia juga mengaku tidak hafal berapa jumlah guru yang di BKO kan. Dia pun menyebutkan, salah satu sekolah dengan guru PNS minim adalah SDN Srimulyo 3. Di sekolah tersebut hanya ada satu guru PNS.

”Sebetulnya ada tiga, guru PNS. Tapi satu guru

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA