Pemkot Batu Datangkan Psikolog

  • 01-10-2018 / 23:15 WIB - Editor: febri s
  • Uploader:abdi
Pemkot Batu Datangkan Psikolog MENJENGUK: Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bertemu orang tua Ardi Kurniawan, Asminah dan Gigih Iman di rumah rumah Ardi di Dusun Krajan, Kelurahan Songgokerto  Kota Batu Senin (1/10) kemarin dan saat menjenguk Viki Mahardika di RS Karsa Husada.(KERISDIANTO/MALANG POST)

Bantu Atlet Korban Palu

BATU - Pemerintah Kota Batu dengan cepat merespon tragedi gempa bumi di Palu yang menimpa atlet paralayang asal kota wisata ini dengan mengunjungi keluarga mereka. Kunjungan dilakukan baik bagi atlet yang selamat maupun dia belum ditemukan hingga Senin (1/9).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di Stadion Brantas langsung menuju rumah Ardi Kurniawan di Dusun Krajan, Kelurahan Songgokerto RT 3 RW 2 Kecamatan Batu, Kota Batu. Dia adalah atlet paralayang yang belum ditemukan hingga kemarin setelah tragedi Palu.

Dewanti bersama Kepala BPBD, Sasmito dan Kepala Dinas Kesehatan, drg Kartika Trisulandari disambut dengan tetesan air mata ibu Ardi, Asminah bersama istri dan keluarganya. Ssatu atlet selamat dari gempa yang meruntuhkan hotel Roa-Roa sebagai tempat peristirahatan atlet, Gigih Iman turut hadir dan menceritakan kondisinya .

"Sebelum gempa terjadi, kami bersama-sama berada di kamar lantai tujuh hotel. Itu setelah even selesai. Kami keluat saat berada di hotel sekitar pukul 17.30 WITA terjadi gempa kecil. Kami sempat berlari keluar hotel," cerita Gigih kepada Dewanti.

Melihat kondisi sudah aman setelah menunggu setengah jam, dia bersama lima atlet lainnya, yakni Sugeng, Ardi Kurniawan atau Gundul, Viki dan Fahmi kembali ke hotel.

Dia bersama lima atlet langsung kembali menuju kamar masing-masing. Namun tak disangkanya, kembali terjadi gempa susulan yang lebih besar. "Kalau tidak salah saat terjadi gempa ketiga selama tujuh detik dan terasa sangat kuat, kami masih berlima di lantai tujuh langsung panik dan mencoba keluar melalui tangga darurat," kenangnya.

Saat berlari ke pintu darurat itulah ia terpontang-panting karena guncangan sangat kuat. Sebelum turun ke lantai bawah, ia sudah tak sadarkan diri. Dirinya sangat ingat ketika tertimpa rerentuhan bangunan. Begitu juga dengan Viki, Ardi dan beberapa atlet lainnya. "Dari situlah kami mulai terpisah dan tak sadarkan diri," bebernya.

Gigih mengingat dirinya sempat sadar sekitar pukul 18.00 WITA untuk kemudian berjalan keluar hotel melewati reruntuhan dengan kondisi terluka kemudian dievakuasi oleh warga. Saat itu juga  Gigih mencoba kembali ke hotel untuk mencari kawan-kawannya. Namun tidak diperbolehkan oleh warga yang menolongnya.

Ia menceritakan, atlet datang Senin (25/9) dan menginap di Palem City. Namun pada Kamis (27/9) pindah ke Hotel Roa-Roa. Pemindahan itu ia mengaku tidak tahu alasannya.

Sementara Viki Mahardika,

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA