Haru, Perpisahaan Siswa dan Anak Panti Asuhan

  • 02-10-2018 / 11:37 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:irawan
 Haru, Perpisahaan Siswa dan Anak Panti Asuhan SIMBOLIS : Kepala SD Insan Amanah Suhardini Nurhayati, M.Pd dan Pengurus LPI Insan Amanah, Drs. Saleh Al-Baity memberikan prasasti masjid Rahmatul Ummat kepada Pengasuh Panti Asuhan AL-Kaaf, Yazid Abdullah. (Imam/Malang Post)

Program “Tilik Panti Asuhan” SD Insan Amanah

Perpisahan antara siswa kelas 5 SD Insan Amanah dengan anak-anak yatim di panti asuhan Al-Kaaf, berlangsung haru. Meskipun tidak lebih dari dua hari tinggal bersama dalam kegiatan Tilik Panti, akhir pekan lalu, tetapi tautan hati mareka terjalin kuat. Bahkan seorang anak kecil tak kuasa menahan tangis saat perpisahan tiba.

"Aku melok, aku melok... (saya ikut, saya ikut)," ucap salah seorang anak saat hendak ditinggal siswa SD Insan Amanah.

Melihat reaksi anak berumur sekitar 3 tahun tersebut, para siswa pun tak mampu menahan haru. Mereka merangkul, memeluk dan menggendongnya, seraya menguatkan hati adik kecil mereka itu.

Kegiatan Tilik Panti Asuhan kali ini, SD Insan Amanah memilih Yayasan Al-Kaaf yang berada di Desa Kemantren Kecamatan Jabung Kabupatan Malang. Melalui kegiatan rutin yang digelar setiap Bulan Muharram ini, SD Insan Amanah mengajarkan kepada peserta didiknya arti kehidupan.

Ungkapan syukur disampaikan Pengasuh Panti Asuhan Al-Kaaf Yazid Abdullah kepada keluarga besar SD Insan Amanah, yang telah membantu pembangunan serta memberikan santunan kepada setiap anak yatim di Panti Asuhan yang dipimpinnya.

Ia juga mengungkapkan rasa salutnya kepada siswa-siswi SD Insan Amanah yang sudi untuk tinggal dan bermalam bersama anak yatim. 

"Kami salut pada mereka, karena baru kali ini ada siswa-siswi dari sekolah maju yang mau berkumpul dan tinggal bersama anak-anak, sementara kondisi kami sangat apa adanya," ucapnya.

Kegiatan Tilik Panti Asuhan menjadi pengalaman yang berharga bagi siswa-siswi SD Insan Amanah. Dimana mereka yang mayoritas tinggal di kota dan dari kalangan keluarga yang mampu, harus tinggal bersama para yatim di panti asuhan.

“Saya merasa senang dan betah. Karena di sini (Al-Kaaf), saya bertemu teman-teman baru. Dan banyak pelajaran yang saya dapatkan. Saya berharap semoga suatu saat nanti mereka bisa hidup senang dan bahagia,” ucap Tazqya Salsabila, salah satu siswa SD Insan Amanah.

Kepala SD Insan Amanah, Suhardini Nurhayati, M.Pd menjelaskan, di kegiatan Tilik Panti Asuhan siswa dibekali lembar kerja yang berisikan beberapa pertanyaan terkait keseharian anak-anak yatim di sana. Melalui lembar kerja tersebut, siswa diharapkan mendapat banyak pelajaran berharga. “Anak-anak kami antarkan kesini untuk belajar banyak akan kehidupan. Bagaimana mereka bisa hidup di dunia ini dengan rasa syukur yang kuat kepada Allah,”

Dini menambahkan, berkunjung dan tinggal di panti

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA