BNPB Latih Operator Pusdalops PB

  • 05-10-2018 / 18:16 WIB - Editor: Abdul halim
  • Uploader:abdi
BNPB Latih Operator Pusdalops PB PENANGANAN BENCANA: Peserta Pusdalops PB dari tiap daerah melakukan upload data kebencanaan melalui aplikasi DIBI dan InDRA yang bisa diakses oleh masyarakat luas di Klub Bunga, Kota Batu, Kamis (4/10) kemarin.(MUHAMMAD FRIMAN/MALANG POST)

Data Kebencanaan Masih Tercecer

BATU - Masih tercecernya informasi data kebencanaan di kota/kabupaten, Provinsi Jawa Timur membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Bimtek sistem data base dan informasi bencana di Klub Bunga, Kota Batu selama 1-5 Oktober. Tujuannya, agar setiap bencana yang terjadi bisa tercatat dengan baik dan dipublikasikan kepada masyarakat luas.

Pada bimtek yang diselenggarakan selama lima hari itu, dihadiri oleh 43 operator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) tiap BPBD kota/kabupaten se-Jatim. Di mana para peserta mendapat berbagai materi, mulai dari pengelolaan bencana, data dan informasi bencana Indonesia, Indonesia Disaster Rapid Assesment (InDRA) serta evaluasi dan studi kasus dari setiap bencana yang terjadi.

Staf Bidang Data BNPB Ainun Rosida mengatakan, bimtek yang diadakan karena banyaknya data bencana alam yang tercecer atau belum masuk dalam data base. Sehingga perlu dilakukan peningkatan wawasan dan pengetahuan bagi operator Pusdalops.

"Selama ini, data kebencanaan tiap daerah masih belum terdata dengan baik. Mengingat teknologi yang digunakan dalam membagi informasi masih melalui whatsapp," ujar Ainun kepada Malang Post.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya mengenalkan dan menyosialisasikan aplikasi data dan informasi bencana Indonesia (DIBI) dan InDRA kepada operator Pusdalops dari BPBD tiap kota/kabupaten se-Jatim. Sehingga nantinya, semua informasi tentang kebencanaan bisa diakses oleh masyarakat.

Selain penyediaan data yang aktual, dengan adanya dua aplikasi tersebut, juga ada analisis setiap bencana yang sangat efektif manakala pemangku kepentingan akan mengambil kebijakan. Baik saat pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana.

"Dari aplikasi itulah nantinya para operator pusdalops di tiap daerah akan menyimpan berbagai data kebencanaan. Sehingga saat terjadi bencana masyarakat, pemangku kepentingan memiliki cara pandang dan pemahaman yang sama terhadap upaya penanggulangan bencana," pungkasnya. (eri/lim)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA