Jangan Terpancing, Jangan Memancing

  • 06-10-2018 / 02:48 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Jangan Terpancing, Jangan Memancing Catatan ini juga dimuat di koran Malang Post edisi Sabtu, 6 Oktober 2018.

terjadi ‘drama’ diantara pemain kedua tim, suporter terpancing emosi. Atau dari drama-drama yang lain, baik oleh wasit maupun official tim, oknum suporter terpancing melakukan aksi anarkis, misal pelemparan. Atau bahkan turun ke lapangan.

Hal ini tak dibenarkan, apa pun kondisinya. Satu hal lagi, suporter juga bisa jadi yang memancing situasi tak kondusif. Artinya, justru suporter yang jadi pemicu pertandingan tak berjalan baik. Misalkan dengan menyulut kembang api, petasan atau flare. Atau menyanyikan lagu rasis, ini yang akan memancing pertandingan berjalan tak sportif.

Khususnya jika pemain juga terpancing dengan aksi suporter tersebut. Terlebih lagi, efek jangka panjangnya akan memancing aksi tak sportif lainnya dari suporter tim tamu, di kemudian hari. Lalu apakah Aremania harus ‘membalas’ aksi oknum suporter Persebaya pada putaran pertama lalu? Kalau begini, sepakbola balas dendam tak akan berhenti.

Kapan damainya? Ya, Aremania tidak perlu melakukan tindakan balasan yang tidak sportif. Toh, dari ulah oknum  suporter di kandang Persebaya itu sudah diganjar hukuman oleh Komdis. Justru ini kesempatan Aremania menujukkan kreatifitas, sebagai suporter yang besar. Jumlah besar dan berjiwa besar. Mengembalikan predikat the best supporter, beberapa tahun silam.

Sekali lagi, jangan terpancing dan jangan memancing. Bahkan jika hasil 2x45 menit ternyata tak memuaskan bagi Aremania, juga jangan terpancing. Tidak perlu berbuat anarkis. Meski juga tak dilarang menyampaikan kritik tajam. Misal tidak datang di laga home Arema berikutnya, rasanya jadai hukuman yang berat, bagi tim Arema jika mengecewakan suporternya.

Kenapa antisipasi ini perlu disampaikan? Berdasar catatan laga kandang tim Singo Edan musim ini, ketika menghadapi tim besar dalam sebuah big mtach yang didukung Aremania dalam jumlah besar, hasilnya tak maksimal. Sebut saja saat lawan Persija dan Persib, hasilnya imbang 1-1 dan 2-2. Terakhir dalam laga amal, lawan Madura United juga imbang 1-1.

Padahal di laga kompetisi sebenarnya, Arema bisa menang 2-0 atas Madura United. Meski saat itu, jumlah Aremania yang hadir memang tak sebanyak pada laga amal. Mungkin ada semacam ketegangan di tim Arema, saat lawan tim besar dengan dukungan besar Aremania. Tapi, dugaan ini semoga tidak benar saat Arema menjamu Persebaya.  Arema bisa menang di hadapan puluhan ribu Aremania yang bakal memadati Stadion Kanjuruhan. Agar Aremania bisa pulang dengan tenang. Tidak terpancing. (*)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA