Saber Pungli Komitmen Jaga Brantas

  • 07-10-2018 / 09:43 WIB - Editor: febri s
  • Uploader:abdi
Saber Pungli Komitmen Jaga Brantas Pembuka : Tarian Tirto Wening dari Komunitas Sambung Dulur Sahabat Dantungpret membuka acara Rembug Agung Saber Pungli di Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kota Batu pada Minggu (6/10). (kerisdianto/malang post)

BATU - Peringatan satu tahun Sapu Bersih Nyemplung Kali (Saber Pungli) Kota Batu dilakukan dengan menggelar kegiatan Rembug Agung Bhakti Ekologi di Wana Wisata Coban Oyot, Desa Tulungrejo, Kota Batu pada Sabtu (6/10) kemarin. Tujuannya, untuk menggandeng berbagai elemen dalam menyadarkan dan mangajak masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber air Das Brantas yang mengaliri 15 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Peringatan tersebut menjadi sangat spesial, karena dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Kementerian LH, Dr. Ir. Dwi Sudarto M.Si, Direktur Utama Jasa Tirta I Raymond Valiant, Kepala DLH Kota Batu, Arif As Siddiq, Kades/Lurah se Kota Batu, PKK, Karang Taruna, Forum Anak se-Kota Batu.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Kementerian LH, Dr. Ir. Dwi Sudarto M.Si sangat mengapresiasi dengan terselenggaranya kegiatan yang sudah berjalan satu tahun. Mengingat tak banyak komunitas yang berjalan secara swadaya yang aktif dan berkelanjutan untuk terjun membersihkan lingkungan dari sampah.

“Aktivis lingkungan yang terganung dalam Saber Pungli dan Pemkot sudah menginisiasi kegiatan yang bagus ini. Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sampah dan manjadi contoh bagi daerah lainnya,” ujar Dwi Sudarto kepada Malang Post. 

Ia menjelaskan lebih lanjut, saat ini sampah masih menjadi permasalahan di Indonesia. Karena tercatat, hanya dalam waktu setahun bisa mencapai 65 juta ton. Karenanya, Ia berharap, Kota Batu sebagai hulu Das Brantas melalui Saber Pungli bisa menjadi contoh dan menghilangkan kebiasaan buruk dalam membuang sampah, khususnya di sungi Brantas. 

“ini bagus sebagai model meningkatkan kesehatan masyarakat, ini menjadi sebuah kegiatan luar biasa yang dilakukan setiap minggu dengan mengajak Pemda dan mengerahan massa untuk kegiatan bersih-bersih di sungai,”  paparnya. 

Sementara itu Direktur Utama Jasa Tirta I, Raymond Valiant R mengatakan hal senada dengan mengapresiasi Tim Saber Pungli, pasalnya mereka telah mendidik dan menyadarkan masyarakat bahwa sungai adalah perdaban. Manusia. Sehingga perlu untuk dijaga. Utamanya sungai Brantas yang menjadi sungai terbesar dan terpajang kedua di Jawa setelah Bengawan Solo, yakni 320 Km.

"Dengan separuh penduduk Jatim tinggal di sekitar Das Brantas. Saber Pungki telah menjaga kualitas air di hulu tetap bagus, namun disayangkan begitu sampai Kota Malang kembali buruk, karena

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA