Izin Usaha UMKM Cukup di Kecamatan

  • 07-10-2018 / 22:54 WIB - Editor: febri s
Izin Usaha UMKM Cukup di Kecamatan UNIK: Pelaku UMKM tanaman hias kokedama yang dikemas unik dan mampu menembus pasar di berbagai daerah. (MUHAMMAD FIRMAN/MALANG POST)

Modal di Bawah Rp 50 Juta

BATU - Pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Batu terbilang sangat pesat. Pasalnya hal itu didukung dengan perkembangan pariwisata dan hasil pertanian di Kota Batu yang juga sangat beragam. Sehingga pada tahun 2018 ini tercatat ada 2.300 UMKM di Kota Batu.

Dengan bertumbuhnya UMKM tersebut, tentunya Pemkot Batu terus mendorong agar para pelaku usaha bisa dapat bersaing dan menjual produknya dengan kualitas dan harga tinggi. Khususnya bagi pelaku UMKM dengan modal di bawah Rp 50 juta.

Karena itu, Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M mengatakan, pihaknya, melalui Diskoperindag telah membuat program bagi pelaku usaha. Khususnya usaha mikro dan kecil untuk melaporkan dan membuat izin usahanya. Sehingga Pemkot Batu bisa membantu dan menyosialisasikan usaha tersebut.

"Persaingan yang sangat ketat saat ini kerap menjadi permasalahan bagi pelaku usaha dengan modal di bawah Rp 50 juta. Karena itu kami ingin mereka melaporkan izin usaha mereka. Paling tidak surat izin usaha perdagangan (SIUP). Sehingga dengan terdaftarnya mereka, kami bisa membantu dengan menyosialisaikan atau memberikan pelatihan agar produk yang mereka buat memiliki daya saing," ujar Punjul kepada Malang Post.

Ia mencontohkan, salah satu contohnya bagi pelaku usaha dengan modal di bawah Rp 50 juta tidak perlu mengurus izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkot Batu. Karena saat ini cukup mendaftarkannya melalui kecamatan.

“Sekarang usaha mikro yang modalnya di bawah Rp 50 juta izinnya cukup dikeluarkan oleh kecamatan. Sehingga setelah tercatat memiliki usaha, Pemkot bisa mendata dan memberikan pelatihan. Bahkan jika produk memenuhi standart, mereka juga bisa melakukan MoU dengan toko modern seperti Alfamart,” paparnya.

Agar program pemerintah tersebut dapat terwujud, Punjul berharap pelaku UMKM untuk pro aktif. Mengingat investasi yang masuk di Kota Batu yang awalnya hanya Rp 850 miliar, kini telah mencapai Rp 1,9 triliun. Ini harus menjadi semangat bagi UMKM di Kota Batu untuk terus meningkatkan kualitas produknya.

"Dengan begitu, dari jumlah 2.300 UMKM yang ada di Kota Batu, yang hampir 50 persennya adalah pelaku usaha dengan modal di bawah Rp 50 juta, kami harap memiliki izin usaha atau SIUP. Agar mereka terus berkembang dan merambah pasar luar daerah," pungkasnya. (eri/lim)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA