Sisa Pecinan Kuno di Hotel Alimar

  • 08-10-2018 / 17:32 WIB - Editor: Mahmudi
  • Uploader:abdi
Sisa Pecinan Kuno di Hotel Alimar ANTIK: Sangat menarik dilihat dari depan saja, struktur bangunan Cina yakni memiliki ukir-ukiran di bagian atas bangunan.(ipunk/mp)

Engsel Pintu Lobby Utama Masih Asli

SISA-SISA Pecinan zaman kolonial Belanda masih ditunjukkan dengan berdirinya bangunan hotel Alimar. Saat berada di lokasi, ternyata hotel ini tidak merubah banyak rumah peninggalan etnis Tionghoa di awal-awal terbentuknya Kampung Pecinan tersebut.

Operation Manager Hotel Alimar, Sukandar menjelaskan, pihaknya tidak merubah banyak gedung utama yang memang dulunya merupakan rumah tokoh Kawasan Pecinan. Saat ini rumah tersebut sudah menjadi gedung utama hotel bagian Lobby dan Restauran.

“Kami tidak merubah banyak. Hanya yang sedikit usang dan rusak temboknya kita perbaiki. Tetapi tidak ada yang dirubah sama sekali. Bisa dilihat tekel lantainya, ventilasinya sampai struktur bangunan masih sama dengan dulu,” tandas Sukandar saat ditemui Malang Post kemarin.

Pria asli Malang ini menuturkan, bahwa pihaknya sangat menghargai peninggalan awal Pecinan Kota Malang tersebut. Karenanya, seminimal mungkin pihaknya melakukan pergantian dan perubahan di bangunan yang sudah ada sejak 1882 itu.

Contohnya, engsel pintu lobby utama Hotel Alimar. Ia mengungkapkan bahwa pegawai hotel akan sangat hati-hati jika sudah waktunya dibersihkan. Pasalnya engsel pintu sampai kunci pintunya sangat unik. “Bentuknya tidak ada lagi cadangannya, tidak ada lagi dimana-mana. Asli peninggalan zaman dulu. Lagipula kami juga dipesani pemilik sebelumnya,” paparnya.

Sukandar menjelaskan, meski hotel ini sudah dibeli bukan dari pemilik atau keturunan pemilik asli, pemilik sebelumnya pun berpesan agar rumah tersebut dijaga keasliannya. Salah satunya perawatan tekel lantai.

Ia menerangkan, pihak hotel tidak pernah membersihkan tekel lantai menggunakan sabun atau bahan kimia lainnya selain air bening. “Kita memang dipesan untuk mengepel lantai harus pakai air saja. Tidak boleh pakai bahan-bahan pengharum atau pembersih kimia lainnya. Cukup air saja. Karena tekel sudah lawas dan tidak ada gantinya lagi,” tandasnya.

Pria yang berkediaman di Gadang Kota Malang ini menerangkan, jika dahulu Hotel Alimar merupakan rumah dari orang etnis Cina terpandang yang kaya raya. Sumber lain juga mengatakan, pemilik awal adalah seorang pedagang kaya beretnis Cina.

Hotel Alimar sendiri sangat menarik dilihat dari depan saja, karena struktur bangunan Cina yakni memiliki ukir-ukiran di bagian atas bangunan. Pintu depan yang besar dan tinggi serta ventilasi yang dibuat setinggi atap dengan sistem jendela buka tutup. “Disini kami merawat ruang keluarga bangunan rumah dan kami jadikan ruang pertemuan VIP untuk tamu,” pungkasnya. (ica/udi)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA