Cegah Korupsi, TAD Turun Lapangan

  • 10-10-2018 / 23:39 WIB - Editor: Abdul halim
  • Uploader:abdi
Cegah Korupsi, TAD Turun Lapangan DIKEBUT: Salah satu titik pelebaran jalan utama di Jalan Suropati yang masih dikebut pengerjaannya. (DICKY BISINGLASI/MALANG POST)

BATU - Mencegah adanya tindakan korupsi atau penyimpangan proyek pelebaran Jalan Suropati oleh Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) melakukan peninjauan proyek pelebaran jalan. Tindakan preventif itu dilakukan di sepanjang Jalan Suropati pada Rabu (10/10) kemarin.

Dalam peninjauan yang diketuai oleh Kasi Intel Kejari Kota Batu, Deddy Agus Oktavianto S.H, M.H mengatakan, peninjauan proyek tersebut merupakan pendampingan TP4D pada termin ke I menuju termin II. Di mana dalam peninjauan tersebut dilihat apakah proyek pelebaran jalan sudah berjalan sesuai rencana atau tidak.

"Peninjauan ini kami lakukan agar tidak terjadi penyimpangan anggaran dalam proyek yang dijadwalkan selesai bulan Desember ini. Dalam pelaksanaannya apakah sudah sesuai, adakah kendala, hingga spesifikasinya," ujar Deddy kepada Malang Post.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan peninjauan, proyek memang belum selesai atau masih berjalan sekitar 51 persen. Karena proyek belum selesai tersebut TP4D melakukan tindakan preventif agar pelaksanaannya berjalan dengan baik hingga waktu yang ditetapkan.

"Dari scedule, DPUPR dalam pekerjaannya masih tepat waktu dan tidak telat. Malah lebih cepat. Semoga memasuki termin II nanti pengerjaan tepat waktu dan sesuai peraturan," bebernya. 

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, setiap proyek yang dilakukan Bidang Bina Marga, DPUPR Kota Batu selalu bekerjasama dengan TP4D. Bahkan pihaknya selama ini telah berkoordinasi dengan Kejaksaan terkait pendampingan kegiatan-kagiatan di DPUPR Kota Batu, khususnya di Bidang Bina Marga.

"Dari kerja sama dengan TP4D ini, tentunya memberikan banyak manfaat. Di antaranya dapat mencegah terjadinya kesalahan, bisa menepis keragu-raguan dalam mengambil keputusan. Bahkan untuk mempercepat proses pembangunan serta penyerapan anggaran daerah," jelasnya.

Dengan kerja sama itu, lanjut Alfi, OPD akan mendapatkan pendampingan sejak awal dari tim TP4D. Dimana kerja sama itu telah dilakukan sudah dua tahun ini. Selain konsultasi dengan tim dari kejaksaan, ia menguraikan juga melibatkan tim dari Polres Batu. Sebab, dalam tim TP4D itu juga ada perwakilan unit pidana khusus yang menangani masalah korupsi dari Satreskrim Polres Batu.

"Kami sering bersama-sama ke lapangan untuk meninjau pekerjaan. Karena kami sangat menyadari bahwa suatu proyek konstruksi yang besar akan besar dan tinggi juga tingkat risiko yang dihadapi. Sehingga banyak hal yang perlu diperhatikan agar proyek tersebut dapat

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA