Bantah Beri Rendra Uang, Tapi Rumahnya Digeledah KPK

  • 11-10-2018 / 00:49 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Bantah Beri Rendra Uang,  Tapi Rumahnya Digeledah KPK (ipunk purwanto/mp, ist)

Ali Murtopo santer disebut sebagai pemborong yang memainkan proyek DAK Pendidikan 2011 hingga KPK menyeret Bupati Malang Rendra Kresna. Ia bahkan disebut sebagai sosok yang menyerahkan dugaan uang gratifikasi kepada Rendra Kresna. Lantas bagaimana tanggapan Ali Murtopo? Ia berhasil diwawancarai Malang Post, Rabu (10/10) tadi malam tentang kasus yang menghebohkan Malang ini. Berikut petikan wawancara Malang Post (MP) dengan Ali Murtopo.

 

 

MP: Anda disebut memberi uang (gratifikasi) kepada Rendra Kresna. Apakah benar?

 

Ali Murtopo: Saya berkeyakinan,

tidak pernah memberi (uang). Yang

bilang seperti itu siapa? lha iya yang

bilang terima siapa? sumbernya siapa?

dan uang segitu kan banyak dengan

profil saya anak desa yang seperti ini.

 

MP: Apakah Anda kerja proyek DAK Pendidikan 2011?

Ali Murtopo: Tahun 2011 saya ini marketing freelance salah satu rekanan. Di bidang buku (pengadaan buku).

 

MP: Anda disebut-sebut operator dan mengatur proyek DAK pendidikan 2101. Apa tang­gapannya?

Ali Murtopo: Saya tidak merasa seperti itu. Kalau aku sing ngatur kok hebat banget ya.

 

MP: Anda dengar nama Anda disebut-sebut dalam kasus ini?

Ali Murtopo: Iya dengar tadi sedikit baca.

 

MP: Pengacara Rendra Kresna menyebut nama Anda menyerahkan uang sogok. Apa pendapat Anda?

Ali Murtopo: Saya pengacaranya saja tidak pernah tahu. Pengacaranya Pak Rendra tahunya dari mana?

 

MP: Apakah Anda pernah dipanggil KPK di Jakarta?

Ali Murtopo: Oh iya pasti. Pernah satu tahun yang lalu bulan-bulan ini, Bulan Agustus.

 

MP: Berapa kali Anda dipanggil KPK?

Ali Murtopo: Waduh lupa, beberapa kali lah.

 

MP: Saat itu apa saja yang ditanyai penyidik KPK? 

Ali Murtopo: Ya sama, dugaan gratifikasi, ya udah itu.

 

MP: Apakah Anda mengenal Eryk ArmandoTalla?

Ali Murtopo: Ya kenal lah.

 

MP: Pernah akrab?

Ali Murtopo: Pernah akrab.

 

MP: Apakah benar Anda pecah kongsi dengan Eryk Armando Talla?
Ali Murtopo: Bahasa saya bukan pecah kongsi. Bahasa saya, cara sudut pandang melihat profesionalisme berbeda. Sudut pandang berbeda, teknisnya beda.

 

MP: Sudut Pandang Eryk Armando Talla bagaimana?

Ali Murtopo: Cara kerja dengan saya sudah tidak sesuai, menurut saya. 

 

MP: Contohnya?

Ali Murtopo: Ini kan masalah perasaan, ndak paslah.

 

MP: Anda yang melaporkan kasus ini atau Eryk Armando Talla?

Ali Murtopo: Lha lek aku melaporkan aku sendiri, lak kurang penggawean.

 

MP: Apakah benar Anda dikecewakan lalu melaporkan ke KPK?

Ali Murtopo: Kurang gawe ta? Lha nyambut gawe ae enak. Lha kita lagi enak-enak nyambut gawe, gini kan malah repot.

 

MP: Anda sekarang berada dimana?

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • KOMENTAR ANDA

    Berita Terkait

    BACA JUGA