Beri Perhatian Madrasah

  • 11-10-2018 / 00:51 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Beri Perhatian Madrasah Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji bersama perwakilan MI dari seluruh wilayah di Kota Malang usai dialog di Balai Kota Malang, kemarin. (HUMAS PEMKOT MALANG FOR MALANG POST)

MALANG- Wali Kota Malang Drs H Sutiaji memberi perhatian serius terhadap keberadaan dan peran madrasah dalam pendidikan. Kemarin, orang pertama di Pemkot Malang itu menggelar audiensi dengan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) Kota Malang.

Kurang lebih 52 perwakilan Madrasah Ibtidaiyah  (MI) di kota pendidikan ini mengikuti pertemuan itu. Agenda pembicaraannya terkait kekhawatiran terhadap pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini.

“Tahun ini rencananya UNBK akan beralih dari Paper Base Test menjadi Computer Base Test. Tetapi, dalam hal ini kami masih kekurangan komputer sehingga saat ini simulasi masih menggunakan handphone (HP),” ungkap perwakilan K3MI  Kota Malang, Huzaini SPd saat audiensi berlangsung.

Huzaini menjelaskan di Kota Malang terdapat 52 MI. Dua di antaranya merupakan MI negeri, selebihnya swasta. Berbagai persoalan yang diungkapkan berkaitan dengan kesejahteraan guru. Khususnya di MI swasta, banyak guru yang belum tersertifikasi. “(akibatnya) honor di bawah rata-rata, sarana prasarana yang masih minim juga menjadi masalah,” jelasnya.

Huzaini berharap Pemkot Malang membuat payung hukum berupa perda atau perwali. Isinya sebagai dasar hukum pengembangan pendidikan dan kesejahteraan pendidik.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengatakan belum bisa mengajukan komputer untuk menghadapi UNBK tahun ini. “Kemungkinan UNBK akan dilaksanakan pada tahun 2019. Dalam hal ini, pelaksanaan UNBK harus melalui pembuatan proposal pengajuan pengadaan sarana dan prasarana penunjang UNBK,” papar Sutiaji yang dalam audiensi didampingi Asisten I Setda Drs. Abdul Malik, M.Pd dan Kadis Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM.

Meski begitu ia menegaskan akan melakukan usaha atau upaya lain terkait penyediaan komputer tersebut. Yakni dengan mengupayakan inovasi untuk pelaksanaan UNBK  melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) misalnya.

Sutiaji juga menegaskan Pemkot Malang  akan mengupayakan untuk menyamakan taraf yang sama antara SD dengan MI di Kota Malang. “Madrasah punya sisi lebih daripada yang lain. Ayo berlomba-lomba dalam kebaikan bersama. Tren dunia kerja pada saat ini tidak hanya mencari orang yang pandai, tetapi juga orang yang benar. Karena pintar saja bisa belajar melalui IT, tapi orang yang jujur akan lebih dicari. Nah, inilah salah satu tugas dari madrasah untuk membentuk kepribadian yang baik.” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dra Zubaidah MM menjelaskan pihaknya akan terus melakukan upaya edukasi terhadap pengelola madrasah swasta. Untuk penyaluran bantuan terkait sarana

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA