Sita Rp 305 Juta, KPK Bawa Romdhoni

  • 11-10-2018 / 01:05 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Sita Rp 305 Juta,  KPK Bawa Romdhoni Petugas KPK menggeledah tujuh kantor dinas di Pemkab Malang. Di antaranya di Kantor Dinas PU Bina Marga kemarin siang (foto atas) dan rumah Kadis PU Bina Marga Romdhoni di Jalan Bunga Merak I, Kota Malang pukul 23.55 WIB, semalam. (IPUNK PURWANTO/MP/ grafis: hargodd, tem/mp)

Malang, Dr. H. Rendra Kresna sebagai tersangka. Ali, disebut adalah pemberi uang untuk pelicin pengerjaan proyek, sekaligus pelapor terkait kasus ini. Lantas siapakah sosok Ali Murtopo?.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya Malang Post, Ali Murtopo adalah warga asli Kabupaten Malang. Dia tinggal di wilayah Kecamatan Bantur. Ali diketahui sebagai salah satu kontraktor, yang menggarap proyek DAK Pendidikan 2011.

 

 

 

Kawan Sekaligus Musuh Eryk Armando Talla

 

“Sebelum menggarap proyek DAK Pendidikan 2011, dia adalah kontraktor peningkatan mutu dengan menyediakan buku-buku ke sekolah. Namun di rumahnya, ketika saya melihat ada tulisan LBH (lembaga bantuan hukum),” ungkap sumber Malang Post.

Ia mengatakan, nama Ali Murtopo sangat erat dengan Eryk Armando Talla. Keduanya dulu adalah orang kepercayaan dan sangat dekat dengan Rendra Kresna. Pada tahun 2011 mereka dipercaya sebagai kontraktor yang menggarap Dana Alokasi Khusus (DAK), terutama untuk pendidikan.

“Proyek yang digarap dulunya adalah peningkatan mutu dan konstruksi bangunan. Dari proyek itu, mereka memberikan fee pada Rendra Kresna,” ujarnya.

Berapa besaran fee yang diberikan, ia mengaku tidak tahu. Termasuk DAK dari mana saja yang pengerjaan proyeknya dikendalikan oleh Ali dan Eryk, juga tidak begitu tahu.

“Yang pasti, dulu pengerjaan proyek tidak menggunakan bendera sendiri tetapi meminjam, dengan kuasa direktur kontraktor. Apakah setiap proyek memberikan fee, saya tidak tahu tetapi kemungkinan saja iya,” tuturnya.

Perjalanan Ali dengan Eryk, dalam pengerjaan proyek DAK 2011 hanya berjalan dua tahun saja. Ada permasalahan antara Ali dengan Eryk, hingga membuat mereka pecah dan saling bermusuhan pada tahun 2013.

Eryk ditundung (Tidak dipercaya, Red) oleh Rendra Kresna, hingga jabatan sebagai Manager Metro FC dihentikan. Sedangkan Ali Murtopo tetap dekat dengan Rendra Kresna. Pengerjaan proyek setelah itu dalam pengendalian Ali Murtopo.

Karenanya ketika ada informasi bahwa pelaporan adanya gratifikasi DAK Pendidikan 2011, pelapornya muncul nama Ali Murtopo, sempat menjadi pertanyaan. Sebab yang merasa tersakiti oleh Rendra Kresna, adalah Eryk Armando Talla.

“Setahu saya yang melapor dan membeberkan kasus DAK Pendidikan 2011 ini adalah Eryk. Karena saya juga pernah beberapa kali diperiksa KPK terkait masalah ini,” urainya.

Namun ketika nama Ali Murtopo muncul sebagai pelapor, menurutnya ada dua kemungkinan. Pertama Ali dan Eryk bergabung lagi untuk melaporkan dugaan gratifikasi DAK Pendidikan 2011. “Kemungkinan lainnya bisa jadi, Ali Murtopo ini merasa terjepit sehingga ikut melaporkan. Karena Ali ini, mengetahui secara persis aliran sumber DAK 2011 itu ke mana saja,” tegasnya.

Sementara itu, sumber lain menyebut kalau Ali Murtopo, adalah kontraktor yang dipercaya menggarap proyek DAK 2011 oleh Rendra Kresna. “Tetapi soal fee dan lainnya, saya kurang paham. Namun Ali dulu memang mengetahui pasti aliran DAK 2011, terutama untuk pendidikan,” paparnya.(agp/ary)

 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA