Rilis Resmi Arema FC Terkait Keputusan Komdis 10 Okt 2018

  • 11-10-2018 / 17:27 WIB - Editor: buari
  • Uploader:irawan
Rilis Resmi Arema FC Terkait Keputusan Komdis 10 Okt 2018

Manajemen Arema FC menganggap perlu secepatnya. merespon hasil sidang Komdis terkait aktifitas pelanggaran regulasi pada laga Arema FC vs Persebaya pada 6 Oktober 2018 di Stadion Kanjuruhan Malang

Menurut CEO Arema FC Iwan Budianto, secara prinsip pihaknya menerima apapun yang menjadi keputusan Komdis PSSI, kendati secara obyektif hukuman ini dirasa sangat berat bagi kelangsungan hidup klub.

"Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat  posisi Arema fc di klasemen masih berada di posisi yg mengkhawatirkan, Klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan official, tapi nasib karyawan juga akan terdampak," tuturnya.

 Selain klub, imbuh IB, dampak yang dirasakan bagi Aremania yg tidak dapat mendampingi tim kebanggaannya, jg akan berimbas bagi pelaku usaha kecil seperti asongan, pkl yg mendapat rejeki saat pertandingan, efek lainnya yakni pada sisi kontribusi penerimaan pajak daerah yg jg akan terhambat"

Dampak yang lain tentu menjadi keresahan warga Malang Raya dimana Arema fc yg selama ini menjadi salah satu hiburan yang banyak diminati masyarakat Malang Raya, bahkan juga menjadi image bersama yang dimanfaatkan sebagai brand usaha kecil masyarakat. 

Dengan sanksi ini akan sangat berpengaruh terhadap aktifitas dan pendapatan mereka. Bahkan arema fc harus menegoisasi ulang kerjasama sponsorship dengan pihak sponsor yg selama ini sudah terjalin.

Meski demikian, lanjut IB, Arema FC sebuah klub yang menjunjung tinggi integritas Sepakbola itu sendiri. Bahwa setiap upaya penegakan regulasi harus dihormati dan dipatuhi. Jika terjadi pelanggaran  berat maka kami siap menghadapi konskwensinya.

Hukuman yang dikenakan bagi Arema fc dan Aremania, lanjut IB; diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku positif  bagi semua saja, tidak hanya klub, panpel, tapi juga suporter. 

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, Sejujurnya Arema fc ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita," ujarnya.

Oleh karena itu, Arema fc juga tegaskan akan menjalani hukuman ini dengan tegak kepala dan menjadi cambuk untuk perubahan kita semua agar patuh terhadap penegakan regulasi. "Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik," tegasnya.

Dalam kesempatan ini,

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA