Rendra, Eryk dan Ali Tersangka KPK

  • 12-10-2018 / 00:31 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Rendra, Eryk dan Ali Tersangka KPK Pegawai Pemkab Malang tak kuasa menahan air mata haru saat foto bersama Dr. H. Rendra Kresna di Pendopo Agung usai menghadiri pisah kenal Kajari Kabupaten Malang tadi malam. Kepala Dinas PU dan Bina Marga, Ir. Romdhoni (foto kanan, tengah) tampak sudah tenang setelah malam sebelumnya dibawa KPK. (MUHAMMAD FIRMAN/MALANG POST, grafis: hargodd, tem/mp)

MALANG-KPK secara resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Pemerintahan Kabupaten Malang. Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna menjadi salah satu tersangka. Sementara dua orang lainnya adalah pihak swasta yakni Eryk Armando Talla dan Ali Murtopo. (Lihat grafis, Red)
Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam pers rilis penetapan tersangka di Gedung KPK kemarin siang. Rendra Kresna disebut terlibat dalam dua perkara tindak pidana korupsi. 

Pertama Rendra diduga menerima suap dari Ali Murtopo dan kedua Rendra diduga bersama-sama dengan Eryk Armando Talla menerima gratifikasi. 
“Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi memberi atau menerima suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan dua orang tersangka RK Bupati Malang dan AM seorang swasta,” ungkap Saut.
Ia menjelaskan praktik korupsi yang diduga dilakukan Rendra dilakukan untuk membayar utang atau pinjaman uang yang digunakan untuk kampanye di Pilkada. Rendra diduga menerima suap dari Ali Murtopo sekitar Rp 3,45 Miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang Tahun Anggaran 2011.
Tidak hanya itu, Rendra juga diduga bersama-sama dengan sejumlah tim sukses melakukan pertemuan untuk membahas dana kampanye untuk proses pencalonan sebagai Bupati Malang periode 2010 - 2015 lalu. 
“Setelah Bupati menjabat dilakukan proses pengumpulan fee proyek di Kabupaten Malang untuk kebutuhan pembayaran utang dana kampanye yang sudah dikeluarkan sebelumnya,” jelas Wakil Ketua KPK yang mahir bermain alat musik Saksopon ini. 
Ia melanjutkan, Rendra memberi perhatian lebih pada proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang yang saat itu mendapatkan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan di Tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 khususnya proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.
Dalam melakukan perbuatannya, Rendra juga diduga bersama-sama dengan mantan tim sukses saat Pilkada pada tahun 2010 dilakukan dan berupaya mengatur proses lelang pada pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement).
“Perkara kedua adalah dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas Penyelenggara Negara. KPK juga telah mendapatkan bukti permulaan yang cukup sehingga meningkatkan perkara ke penyidikan dengan dua orang sebagai tersangka yaitu RK

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA