Eni Sebut Sofyan Basir Minta Jatah Fee Proyek PLTU Riau-1 ke Kotjo

  • 12-10-2018 / 13:16 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Eni Sebut Sofyan Basir Minta Jatah Fee Proyek PLTU Riau-1 ke Kotjo Eni Saragih Eni Saragih usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta, Selasa (24/5) (Intan Piliang/JPC)

RIAU - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, membeberkan sebuah informasi mengejutkan mengenai Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. Eni menceritakan bahwa Sofyan pernah meminta jatah kepada pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo terkait proyek kerjasama PLTU Riau-1. Namun, kata Eni, Sofyan tak meminta jatah tersebut pada Kotjo di hadapan Eni.

“Iya, betul pak (Sofyan minta jatah-Red),” ucap Eni ketika jaksa membacakan berita acara pemeriksaannya dalam sidang perkara suap PLTU Riau-1 dengan terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, (11/10).

Dalam BAP yang dibacakan jaksa, Eni menjelaskan pernah mengadakan suatu pertemuan dengan Kotjo dan Sofyan Basir di restoran Jepang di Hotel Fairmont pada medio 2017.

"Pertemuan itu, awalnya membahas mengenai perkembangan proyek PLTU Riau-1," ucap Eni.

Kendati demikian, Eni menyebut usai pertemuan dengan agenda pembahasan perkembangan PLTU Riau-1, Sofyan meminta izin kepadan Eni untuk bicara empat mata dengan Kotjo. Akhirnya, Eni memilih pulang duluan.

Selang beberapa hari kemudian setelah pertemuan, fakta terungkap dari mulut Kotjo, Politisi Golkar ini mengatakan saat itu Kotjo membeberkan apa saja yang dia bicarakan dengan Sofyan.

"Sofyan Basir minta diperhatikan, tapi Sofyan tidak enak bila membicarakan masalah itu di depan Eni," sebutnya.

"Beliau (Sofyan) enggak enak kalau ada ibu. Dan hal-hal sensitif dengan beliau sudah saya selesaikan kemarin" pungkasnya Eni menirukan percakapan Kotjo. Dari penuturan Kotjo itulah, Eni mengetahui adanya bagian fee untuk Sofyan Basir.

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Kotjo menyuap Eni Saragih Rp 4,75 miliar untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1. Sedangkan, untuk Eni KPK mendakwa Eni karena berperan memfasilitasi pertemuan-pertemuan dengan Direksi PLN termasuk Sofyan, agar Kotjo ditunjuk sebagai penggarap proyek PLTU Riau-1.(ipp/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA