L2DIKTI Masih Akui Rektor Unikama Pieter Sahertian. Pjs Rektor Angkat Pejabat Salahi Statuta

  • 12-10-2018 / 22:13 WIB - Editor: marga
  • Uploader:abdi
L2DIKTI Masih Akui Rektor Unikama Pieter Sahertian. Pjs Rektor Angkat Pejabat Salahi Statuta Widyo Winarso

SURABAYA- Statemen Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti, Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T bahwa Kemenristekdikti mengakui Koenta Adji sebagai Pjs Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) betul-betul dipertanyakan.

Jumat (12/10) beberapa dosen dan karyawan mendatangi Sekretaris Pelaksana L2DIKTI Wilayah VII, Dr Widyo Winarso, MPd untuk mempertanyakan hal itu. “Kami tetap berpedoman pada dokumen terakhir yang kami terima dari Kementerian dan masuk ke L2DIKTI,” katanya.

Menurut dia, yang diakui masih pihak PPLP PT PGRI kubu Christea Frisdiantara dan Rektor Unikama Pieter Sahertian. “Bukan artikel atau berita,” terang Wid, sapaannya. Kalaupun pihak PPLP mengganti Pieter dengan Pjs rektor karena menyalahi statuta, tahapan tersebut masih dibenarkan.

Namun jika kemudian Pjs Rektor mengangkat pejabat, menurut Widyo hal tersebut tidak benar karena melanggar statuta. “Kewenangan Pjs itu terbatas karena kewenangannya paling rendah. Tidak bisa menunjuk kabinet. Hanya membentuk tim untuk pemilihan rektor definitif,” katanya kepada wartawan.

“Jika ingin menegakkan statuta, jangan dengan melanggar statuta,” tegas dia usai acara Monev PK2M di ITS Surabaya. Widyo menjabarkan, pejabat itu ada tiga tingkatan, yaitu Definitif, Plt, dan Pjs. Sementara ada lima unsur yang ada di perguruan tinggi.

Namun selama ini menggunakan tiga unsur tertinggi, yaitu pengawas akademik atau senat, pelaksana akademik atau rektor, dan pengawas non akademik itu yayasan, dimana fungsi dan tugasnya saling melengkapi. Selain unsur lain, yaitu sumberdaya dan tenaga kependidikan.

“Kami juga menerima petisi dari civitas akademik yang keberatan dengan keputusan yayasan. Dalam petisi tersebut juga dilampiri laporan lain yang diungkapkan, seperti pemalsuan ijazah, dan lainnya. Dalam konflik, saling mengungkap itu hal yang wajar,” terangnya.

“Kami ingin hal tersebut diselesaikan di internal, tentunya dengan melibatkan tiga unsur tadi. Nampaknya pihak PPLP ingin permasalahan cepat selesai, dengan men-short cut. Saya dengar tidak melibatkan senat. Dan itu termasuk menyalahi statuta,” tegas Widyo.

Menurutnya, pihak L2DIKTI tidak ingin masuk terlalu dalam urusan konflik tersebut. Untuk itu, pihaknya berharap konsolidasi dari pihak yayasan, senat dan rektor. “Kami sudah merespon usulan penggantian. Silakan dilanjutkan. Pjs segera membentuk tim untuk memilih rektor baru. Tapi sekali lagi, harus melibatkan senat,” ungkap dia.

“Pjs membentuk tim dengan regulasi tahapan penjaringan, pemilihan, dan penentuan siapa rektornya. Jika sudah, laporkan ke yayasan dan diteruskan kepada kami. Nah proses itu belum ada dalam laporan ke

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA