Makanan Hancurkan Rumah Tangga

  • 12-10-2018 / 22:53 WIB - Editor: marga
  • Uploader:irawan
Makanan Hancurkan Rumah Tangga

URUSAN rumah tangga mewajibkan kedua pihak untuk saling bertoleransi dan berkompromi. Hal kecil bisa menjadi besar andai tak ada pengertian. Begitu juga sebaliknya urusan besar bisa mengecil dengan komunikasi dan rasa saling memahami.

Urusan makanan, menghancurkan rumah tangga Amel, 45, buruh tani asal Kota Malang. Suaminya, Ronald, 50, warga Kotalama, karyawan swasta, sering bertengkar dengannya hanya gara-gara urusan makanan di meja.

Sebagai suami, dia menginginkan makanan yang enak, dan bervariasi agar jam makannya selalu nikmat. Tapi, pada sisi lain, dia tak memberi nafkah yang cukup bagi Amel untuk mengolah belanja agar makanan meja bervariasi.

Ronald meminta makan enak tiap hari dan berganti-ganti, tapi belanja uangnya kepada Amel hanya Rp 50 ribu. Dengan inflasi dan harga-harga yang kian melambung, Rp 50 ribu di Kota Malang tidak akan cukup untuk makanan bervariasi.

Akibatnya, urusan sepele seperti makanan, berubah menjadi badai besar dalam rumah tangga Amel dan Ronald. Mereka menikah tahun 2017 di KUA Kecamatan Sukun. Harusnya, masa-masa itu adalah masa romantis dan penuh kasih mesra.

Tapi, hanya gara-gara makanan, pertengkaran mereka menghancurkan periode bulan madu dengan cepat. Pada tahun 2017 itu pula, Amel dan Ronald menghadapi pertengkaran hebat. Ronald diajak oleh Amel untuk bersilaturahmi dengan saudara di Surabaya.

Namun, Ronald menolak. Sehingga, Amel berangkat sendirian. Tapi, pulang-pulang Ronald mengajak bertengkar Amel karena berangkat ke Surabaya. Setelah pertengkaran ini, Ronald langsung minggat dari rumah dan tak kembali.

Sampai beberapa waktu, Amel kehilangan kontak dan tak pernah bisa berkomunikasi dengan Ronald. Akhirnya, karena tak tahan menjadi istri tanpa suami di rumah, Amel akhirnya memutuskan untuk bercerai. (fin/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA