Miris, Istri Jual Bayi

  • 12-10-2018 / 22:58 WIB - Editor: marga
  • Uploader:irawan
Miris, Istri Jual Bayi haru: Anang Bagus Prasetyo mencium kening Lariza Anggraeni. Pasangan suami istri ini kemudian mencium buah hatinya yang sempat dijual ke warga Bali.

SURABAYA - Rasa cinta Anang Bagus Prasetyo terhadap istrinya L­ariza Anggraeni tak luntur. Meski istri yang dipanggilnya Ica itu sempat menjual buah hatinya. “Saya masih cinta kepada istri saya. Bagaimanapun ia adalah ibu dari anak-anak saya,” kata Anang kepada wartawan di ruangan Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (12/10/2018).

Karena itu, setibanya dia di ruang Satreskrim Polrestabes Surabaya, hal pertama yang dilakukan Anang ada­lah langsung mencium kening istrinya. 

Meski masih cinta, namun Anang mengaku sebelumnya ia sempat marah besar kepada Ica saat tahu anak bungsunya yang berusia 11 bulan telah dijual. 

Anang dan Ica menikah secara siri sejak tahun 2014. Mereka dikaruniai 3 orang anak. Salah satunya adalah bayi laki-laki yang berumur 11 bulan. 

Anang yang kesehariannya bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusahan di kawasan Margomulyo mengaku jika istrinya adalah seorang yang penutup. 

“Saya nggak dikasih tahu sama istri saya kalau (anak) dijual. Karena istri saya orang penutup. Kalau ada masalah maunya diselesaikan sendiri,” kata Anang. 

Anang baru tahu jika anaknya telah dijual saat istrinya pulang dari Bali. Ternyata kepergian Ica 2 hari ke Bali untuk menyerahkan bayinya ke se­orang warga yang membelinya. “Saya tahunya setelah istri pulang dari Bali. Saya marah besar dan istri ngaku khilaf. Waktu itu saya ya sedih ya bingung. Mau mencari tahu anak saya tapi saya tidak tahu alamatnya,” tandas Anang.

Lariza sendiri dalam kasus ini dite­tapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Polisi akhirnya menyerahkan si bayi kepada orang tuanya dengan jaminan akan dirawat. Keluarga yang akan merawat adalah keluarga dari Anang Bagus Prasetyo (23), suami Lariza. Penyerahan bayi disaksikan oleh perwakilan DP5A dan Dinasos Kota Surabaya. 

“Anak ini akan kami serahkan dulu kepada orang tuanya. Kemudian akan diserahkan kepada adik dari bapak bayi tersebut. Nantinya juga akan di­awasi oleh pihak yang berwenang di Pemkot Surabaya,” kata Kasat Res­krim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran kepada wartawan di ruangan Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (12/10/2018). 

Usai diserahkan, Lariza dan Anang langsung mencium kening putra ketiga mereka. Tak hanya mereka, baik polisi dan wartawan juga terlihat haru saat orang tua dan anak itu kembali bertemu.

Namun, saat digendong oleh sang ibu, si bayi terus menangis, seakan tak mau digendong oleh ibunya. Baik Lariza dan Anang berulang kali

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA