Tradisi Bersihkan Lantai dengan Kotoran Kerbau

  • 13-10-2018 / 17:33 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:abdi
Tradisi Bersihkan Lantai dengan Kotoran Kerbau KHAS: Atap rumah yang khas di Desa Sade terbuat dari daun ilalang yang dikeringkan. Sedangkan dindingnya berupa anyaman bambu dan lantainya masih asli tanah liat.

Desa Sade, Perkampungan Suku Sasak Lombok

MALANG - Wisata di Lombok bukan hanya kawasan Gili. Pecinta pelesir bisa juga berwisata sekaligus menambah pengetahuan dengan mengunjungi Desa Sade di Lombok Tengah. Desa dengan penduduk asli pulau Lombok yakni Pulau Sasak.

Beberapa waktu lalu, fotografer asal Kota Malang Suci Rahayu berkunjung ke desa yang masih menyimpan kuat adat istiadat dan kebudayaan asli suku Sasak tersebut. Mulai dari rumah yang terbuat dari bahan alam, lantai yang dibersihkan dengan kotoran kerbau hingga sebagian anggota masyarakat yang bekerja dengan menenun untuk menghasilkan kain khas Lombok.

"Saya tertarik ke sana karena sambil belajar mengenai adat warga di Sade. Mereka masih sangat kental dalam menjaga nilai kebudayaannya," ujar Suci.

Dia mengatakan, begitu memasuki Desa Sade, sudah terlihat bagian atap rumah yang khas. Atap rumah merupakan daun ilalang yang dikeringkan. Sedangkan dindingnya berupa anyaman bambu dan lantainya masih asli tanah liat.

"Warga di sana menyebutnya Bale Tani. Dalam Bale Tani, pintu rumah adat dibuat rendah. Katanya, agar setiap tamu yang datang menghormati pemilik rumah dengan memasuki rumah sambil merunduk," ungkap dia.

Ia menjelaskan lebih detil mengenai bagian rumah Bale Tani tadi. Hal itu berdasarkan penjelasan warga, yang menurutnya siap membantu menjadi guide dadakan ketika datang ke Desa Sade.

"Begitu sampai tempat parkir, ada yang menyambut ramah. Sepertinya mereka sangat siap menerima wisatawan. Menjelaskan detil rumah adat mereka," jelasnya kepada  Malang Post.

Bale Tani tadi, di bagian depan atau bale luar adalah untuk menerima tamu dan sebagai tempat tidur laki-laki. Sedangkan bale dalam diperuntukkan tempat tidur wanita dan sebagai tempat melahirkan. Untuk mencapai bale dalam, harus menaiki anak tangga yang bertingkat tiga. Tingkatan itu  mencerminkan kehidupan, yaitu, dilahirkan, berkembang, dan meninggal.

Selain itu, ada yang menarik dari perawatan rumah Desa Sade Lombok. Mereka mengepel lantai rumah dengan kotoran kerbau.

"Tetapi dijamin tidak bau. Saya sudah buktikan sendiri. Padahal, pengepelan dilakukan dua kali seminggu. Dan untuk atap, penggantian alang-alang dilakukan sekitar 5 hingga 15 tahun sekali tergantung kerapatan pemasangan, semakin rapat maka semakin awet," tambahnya.

Menurutnya, di Desa Sade, terdapat juga fasilitas umum lainnya seperti tempat berkumpul dinamakan berugak, tempat beribadah , dan tempat menyimpan padi atau lumbung. (ley/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA