Pengunjung Wajib Jaga Kesopanan

  • 13-10-2018 / 17:36 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:abdi
Pengunjung Wajib Jaga Kesopanan DESA ADAT: Penduduk Desa Sade memegang teguh adat tradisi dan budaya yang ada.

MALANG - Ada aturan tidak tertulis  yang harus diperhatikan wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Sade di Lombok. Tingkah yang sopan sebagai pengunjung menjadi inti dari sikap yang harus dibawa, termasuk ketika berinteraksi dengan warga desa yang sebagian besar akan menawarkan dagangan seperti aksesoris dan kain songket.

"Saya ditemani oleh warga Mataram yang sudah beberapa kali ke sana. Di perjalanan, dia pesan ketika sampai di Sade, harus bertingkah sopan mulai dari pakaian sampai perkataan. Intinya seperti itu. Itu sebagai tips saja, biar  tidak salah ketika disana," ujar Suci.

Pakaian harus sopan

Mengunjungi Desa Sade selain membawa peralatan seperti kamera atau gadget lainnya, yang paling penting yakni mengenakan pakaian sopan. Memang, tidak harus menggunakan pakaian serba panjang. Hal ini untuk menghormati warga yang memegang teguh pesan nenek moyang dalam kesopanan.

Tidak merokok

Untuk menjaga agar bangunan yang terbuat dari bambu dan ilalang  rumah tidak terbakar, yang berkunjung di Desa Sade tidak boleh merokok. "Walau tidak sengaja puntung rokok terbuang atau percikan api dari korek, dikhawatirkan  bisa membakar seluruh area bangunan rumah adat di sana," tuturnya.

Interaksi Yang Sopan

Warga Desa Sade hampir semuanya segan dengan wisatawan yang datang. Tentu semua  boleh berinteraksi dengan mereka, tapi dengan kalimat sopan. Sebagian orang Sade tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dengan lancar. Untuk itulah, perlu tour guide dari warga, yang sudah menunggu di depan jalan untuk mendampingi untuk berinteraksi.

"Rata-rata kalau ditanyai dengan Bahasa Indonesia, warga di sini kurang paham. Tapi boleh saja wisatawan berinteraksi, jadi lebih baik ditemani tour guide," ujar dia.

Jangan menolak tawaran barang dengan kasar

Hampir semua rumah di Desa Sade berjualan kain songket dan berbagai aksesoris lainnya. Biasanya ibu-ibu di sana menawarkan kepada wisatawan. Namun, sangat disarankan, Anda tidak menolak atau pura-pura tidak mendengar.

"Lebih baik bilang lihat-lihat dulu, disertai dengan senyum. Jangan sampai tiba-tiba meninggalkan tempat ibu-ibu berjualan dan menawari dagangannya," tandas dia. (ley/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA