Unik, Tradisi Masyarakat Memperjuangkan Cinta

  • 13-10-2018 / 17:37 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:abdi
Unik, Tradisi Masyarakat Memperjuangkan Cinta POHON CINTA: Pohon yang tampak seperti pohon kering tanpa daun menjadi tempat yang ikonik bagi wisatawan.

MALANG - Desa Sade Lombok terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Letaknya tak jauh dari Bandara Internasional Lombok. Hanya sekitar 30 menit  sudah bisa mencapai tempat ini.

"Sebenarnya Sade adalah nama dusun. Tetapi semua sudah mengenalnya sebagai Desa Sade salah satu tempat tinggal suku asli Lombok, Suku Sasak," ungkap Suci.

 Desa ini hanya memiliki sekitar 170 kepala keluarga. Sebagai suku asli Sasak yang tinggal di Lombok Tengah, mereka memegang teguh tradisi sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Praya Kabupaten Lombok Tengah. Hal inilah yang membuat desa sini terkenal dan menarik untuk didatangi.

Hingga saat ini suku Sasak masih menganut tradisi kawin lari dan kawin culik. Dalam bahasa masyarakat setempat disebut sebagai merari sebelum melangsungkan pernikahan resmi.

"Kalau kawin lari itu laki-laki dan perempuan sudah pacaran dulu, jadi didasari rasa suka sama suka. Sebelum dilarikan, biasanya calon pengantin laki-laki dan perempuan sudah janjian dulu," terangnya.

Sedangkan kawin culik dilakukan jika hanya pihak laki-laki yang menyukai, sehingga diperlukan upaya lebih keras agar berhasil melarikan si perempuan.

Selama dilarikan, si laki-laki akan membawa calon istrinya keluar desa untuk bermalam di rumah saudara atau kerabatnya. Saat menyadari anaknya tidak pulang hingga larut malam (perempuan suku Sasak tidak diperbolehkan keluar rumah setelah ibadah shalat Isya), orang tua si perempuan akan mengirim seorang pejati atau kurir untuk melaporkan penculikan anaknya kepada kepala dusun.

Hari berikutnya, laki-laki akan meminta keluarga atau kepala dusun untuk memberi tahu keluarga perempuan bahwa ia telah melarikan anak gadisnya.

Mengenai percintaan, di Desa Sade juga terdapat pohon cinta. Pohon yang tampak seperti pohon kering tanpa daun itu, menjadi tempat yang ikonik bagi wisatawan. "Terutama yang ingin mengabadikan kisah cintanya, berfoto di sana. Konon katanya bisa langgeng," pungkas dia. (ley/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA