Belang Penyogok Rendra Makin Terbongkar

  • 14-10-2018 / 01:50 WIB - Editor: Dewi Yuhana
  • Uploader:angga
Belang Penyogok Rendra Makin Terbongkar Ipunk Purwanto/Malang Post ALAT BUKTI: Penyidik KPK membawa dua koper berisi berkas yang diamankan dari penggeledahan di sejumah dinas di Pemkab Malang sejak Senin (8/10) lalu. (Ipunk Purwanto/MP)

MALANG - Sepak terjang Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla, dua tersangka kasus dugaan suap Bupati Malang Dr H Rendra Kresna makin terbongkar. Saksi yang diperiksa penyidik KPK di Polres Malang, Sabtu (13/10) kemarin buka suara tentang tabiat dua karib yang kini bermusuhan itu ketika memainkan proyek DAK Pendidikan tahun 2011.

Dari 8 orang yang dimintai kete­rangan penyidik KPK, Hari Mulyanto merupakan salah satu saksi yang buka-bukaan kepada wartawan. Pemilik CV Karya Mandiri ini mengatakan pada tahun 2011 lalu, Eryk Armando Talla meminjam perusahaan miliknya untuk mengikuti lelang pengadaan buku dan komputer senilai Rp 7 miliar. Perusahaan milik Hari Mulyanto saat itu dinyatakan menang tender. 

“Begitu menang, pengadaan (pengerjaan proyek) dilakukan Eryk. Saya tidak tahu,” ungkapnya. Eryk baru nongol lagi saat akan mencairkan uang proyek. Itu karena pembayaran proyek yang didanai APBN 2011 tersebut dilakukan dengan cara transfer ke rekening  Hari Mulyanto sebagai pemilik CV Karya Mandiri.  Hanya lewat, uang proyek Rp 7 miliar langsung diserahkan kepada Eryk dengan cara transfer.

Disinggung dapat jatah berapa persen pascapengadaan buku dan komputer pada tahun 2011 lalu,  Hari menegaskan tak mendapat uang. Ia mengaku pernah diberi Eryk sebesar Rp 93 juta namun langsung dikembalikan. Dia mengembalikan uang itu, karena saat itu Hari sudah menduga ada sesuatu yang salah. Sejak tahun 2013, Hari tak lagi berhubungan dengan Eryk.

Dia lalu membeber sosok Eryk Armando Talla dan Ali Murtopo sebagai broker proyek di Kabupaten Malang dan  wilayah lain. “Mereka itu banyak main proyek. Memang pintar untuk lobi-lobi,” ungkapnya. Sebelumnya kepada Malang Post, Ali Murtopo menegaskan tak mengetahui soal broker proyek. Ia membantahnya.

Namun demikian, Hari menegaskan dirinya tak mengetahui secara langsung Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla memberi uang kepada Rendra Kresna.  “Kalau kenal Pak Rendra, ya kenal. Tapi kalau tahu ada pemberian uang, saya tidak tahu,” tambahnya.

Dari semua saksi yang diperiksa, Hari terbilang paling lama. Ia masuk tempat pemeriksaan pukul 10.00 WIB dan baru tuntas pukul 15.56 WIB. Ia sempat keluar masuk ruangan sekitar pukul 11.30 WIB untuk istirahat sebentar.

Tak beda jauh dengan pengakuan H. Moh  Zaini Ilyas  usia menjalani pemeriksaan. Direktur CV Sawunggaling ini dimintai keterangan seputar DAK pendidikan tahun 2011. Kala itu, perusahannya dinyatakan sebagai pemenang

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA