Selamet Riyadi: Ini Murni Gerakan Mahasiswa. Bukan Kami!

  • 15-10-2018 / 10:04 WIB - Editor: marga
  • Uploader:abdi
Selamet Riyadi: Ini Murni Gerakan Mahasiswa. Bukan Kami! BERHADAPAN: Dua kelompok massa saling berhadapan di dalam kampus Unikama dan dijaga ketat ratusan petugas.

MALANG-Dituding sebagai kelompok yang menyerbu kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Senin (15/10) pagi, Drs. Selamet Riyadi MM, Plt. Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) kubu Christea Frisdiantara membatah keras.

Dikonfirmasi malangpostonline.com, ia mengaku hanya mendengar bila aksi yang berbuntut bentrokan di kampus adalah gerakan murni mahasiswa. “Bukan kami. Tapi informasinya, ada mahasiswa yang ingin mengeluarkan pak Pieter karena dianggap sudah bukan lagi rektor Unikama,” katanya.

Menurut dia, mahasiswa merasa haknya  terbengkalai. Mahasiswa, kata Selamet, sempat protes kepada Rektor Unikama yang baru, Dr Koento Adji Kurniawan untuk menanyakan hal ini. “Jadi mahasiswa menuntut untuk segera masuk kampus. Kami sebagai badan penyelenggara, minta kepada rektor baru untuk menyelesaikan,” ucapnya.

“Justru kelompok Pieter menyuruh Joyce Soraya, mantan Warek III dan karyawan untuk bentrok dengan mahasiswa. Termasuk mendatangkan preman di kampus sejak Jumat (12/10) lalu karena ada wisuda hari Sabtu dan Minggu. Daripada ramai, kami biarkan saja. Kelompok mereka suka membalikkan fakta” urainya.   

Ditegaskan dia, pihaknya tidak mau berbuat kekerasan di dalam kampus. “Kami semua benar. Secara Kemenkumham benar. PDPT hak penuh rektor baru. Biar masyarakat yang menilai. Saya tidak pernah buat kekerasan. Tidak benar 100 persen,” tutupnya melalui sambungan telepon.

Diberitakan sebelumnya, perselisihan antara dua kubu di Unikama akhirnya pecah, Senin (15/10) pagi.  Kedua kubu bentrok di halaman kampus ataupun di gedung rektorat. Kedua massa bahkan saling lempar batu bata. Fatkhurrahman, salah seorang pegawai toko di dekat kampus melihat empat ambulance datang untuk mengangkut korban yang terluka. (mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA