Dosen IKIP Budi Utomo Malang Kenalkan Sistem Praktis Penjemuran Bawang Merah

  • 17-10-2018 / 03:05 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Dosen IKIP Budi Utomo Malang Kenalkan Sistem Praktis Penjemuran Bawang Merah Penggunaan instore drying membuat proses penjemuran bawang merah pasca panen di Desa Balong Gebang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk bertahan di musim hujan (IST)

Penyimpanan bawang merah pasca panen merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas produk tersebut. Siapa sangka terdapat cara yang sederhana untuk membuat kualitas bawang merah tetap prima setelah panen.

Dua dosen IKIP Budi Utomo Malang bersama mahasiswa bekerja sama dengan kelompok petani bawang merah dalam melakukan cara sederhana ini. Cara yang digunakan tergolong mudah yaitu menyiapkan tempat pengeringan yang tidak bergantung dengan cuaca di luar.

 

“Penanganan pasca panen bawang merah menjadi proses yang sangat menentukan kualitas bawang merah yang siap dijual ke pasaran, di mana proses pengeringan bawang merah memerlukan sinar matahari yang cukup dan tidak bisa terkena air untuk menghasilkan kering bawang merah yang sempurna agar tahan lama dan tidak busuk,” ujar Puspita Pebri Setiani, ketua tim dari program ini.

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) IKIP Budi Utomo Malang ini diketuai oleh Puspita Pebri Setiani, M.Pd dengan anggota tim Khusnul Khotimah, M.Pd beserta mahasiswa oleh Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang, Kementerian Ristek Dikti.

Instore drying merupakan sistem penjemuran dengan meletakkan dalam suatu bangunan yang beratapkan viber dan memiliki sirkulasi angin sehingga proses pengeringan atau penjemuran bawang merah pasca panen dapat maksimal dan menghasilkan umbi bawang merah dengan kualitas bagus dan meminimalisir umbi bawang merah yang busuk. Dengan sistem ini maka pengeringan bawang merah tidak ketergantungan dengan kondisi cuaca dan terik panas matahari.

Sistem instore drying oleh tim PKM IKIP Budi Utomo Malang bermitra dengan Kelompok Petani Bawang Merah “Sejahtera” Desa Balong Gebang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Dua petani bawang merah yang menjadi mitra yakni Agus Purna Irawan dan Sarwoto. Penggunaan sistem instore drying ini memerlukan bangunan dengan luas 12 m2 x 6 m2 agar dapat menampung kurang lebih 20 ton bawang merah basah yang baru dipanen untuk proses penjemuran.

“Kendala yang dihadapi petani bawang merah pasca panen adalah cuaca dan sinar matahari yang tidak menentu sehingga mempengaruhi kualitas umbi bawang merah karena tidak sempurnanya proses pengeringan, umbi bawang merah yang tidak memiliki kekeringan yang sempurna rentan busuk dan tidak tahan lama setelah dipasaran,” terang Puspita.

Diharapkan dengan sistem penanganan pasca panen instore drying dapat memberikan solusi penjemuran bawang merah saat musim penghujan atau saat matahari tidak panas maksimal sehingga mengurangi

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA