Kabupaten Malang Akan Surplus Beras Hingga 25 Tahun

  • 17-10-2018 / 15:21 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Kabupaten Malang Akan Surplus Beras Hingga 25 Tahun SURPLUS: Salah satu lahan padi di Kabupaten Malang. Tahun ini, produksi padi masih surplus. (Tika Hapsari/jpc)

MALANG- Kabupaten Malang masih bisa mempertahankan surplus beras. Sekarang tingkat surplus mencapai 76 ribu ton. Dengan konsumsi beras mencapai 90 kg per orang per tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid mengatakan, surplus beras akan berlangsung hingga 25 tahun ke depan. Kendati demikian, kekurangan beras harus tetap diwaspadai. Sebab pertumbuhan produksi dan pembukaan lahan pertanian yang sulit.

"Salah satu hal yang kami khawatirkan jika hal ini tidak diperhatikan secara serius, maka surplusnya akan menurun bahkan habis," kata Nasri, Rabu (17/10).

Saat ini bahan pangan pokok yang pertama dipertahankan surplusnya yaitu beras. Karena jumlah surplusnya masih yang paling besar. Tapi komoditas lainnya seperti jagung, protein hewani, sayur, minyak, dan buah-buahan juga sama diperhatikan. "Salah satu strateginya yaitu memastikan kualitas bibit dan pupuk itu baik," tutur Nasri.

Meski jumlah surplus beras paling banyak, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menggalakkan kemandirian pangan. Sehingga masyarakat tidak hanya mengonsumsi beras saja.

Guna mencapai hal tersebut, salah satu faktor yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mau mengonsumsi bahan produk nonberas. Seperti mengonsumsi umbi-umbian, sayuran maupun buah-buahan yang tumbuh subur di Kabupaten Malang.

Neraca pangan di Kabupaten Malang aman dan surplus pada tahun lalu. Tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi penurunan produksi beras. Penyebabnya berbagai faktor alam, pembangunan saluran irigasi, serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Misalnya karena ada pembangunan saluran irigasi, maka berakibat pada turunnya angka produksi. "Gabah kering panen waktu itu sampai turun 8 ribu ton, walaupun beras masih surplus," tegas Nasri.(tik/jpc/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA