Berawal dari Kelainan Gen, Bunga Temuannya Dinamai ETIE

  • 19-10-2018 / 23:22 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:irawan
Berawal dari Kelainan Gen, Bunga Temuannya Dinamai ETIE ETIE: Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si memberi nama “ETIE” pada mawar varietas baru yang ditemukan oleh Nur Aziz berwarna pink fanta. (KERISDIANTO/MALANG POST)

Nur Aziz, 48, petani bunga mawar asal Jalan Wongso No. 43, RT 04 RW 02, Dusun Pager Gunung, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu kini tengah berbangga. Temuan bunga mawar varietas barunya, akhirnya memiliki nama. Mawar varietas baru asal Holland itu mendapat nama ETIE dari Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si.

Ya, tepat pada perayaan HUT ke 17 Kota Batu, mawar temuannya mendapat nama.  Dewanti memberi nama ketika membuka event Florikultura di perumahan Panorama Kota Batu. Event yang diikuti oleh 20 Kota/Kabupaten se Jawa itu menjadi pengukuhan mawar temuan Nur Aziz.

“ETIE” adalah nama bunga mawar varietas baru dipatenkan Dewanti.  Warnanya pink fanta, kata Dewanti nama yang ia berikan memiliki arti. Kepanjangan dari ETIE adalah EddywanTIE. Ya, itu adalah nama singkatan mantan Wali Kota Batu dua periode Eddy Rumpoko yang merupakan suami Dewanti Rumpoko.

Menurut Nur Aziz , bunga mawar berwarna pink fanta itu telah ditemukan sejak empat tahun lalu. Namun baru di HUT ke 17 Kota Batu ini, temuannya mendapatkan nama. 

“Sebenarnya saya sudah menemukan varietas baru itu tahun 2014. Baru saya pasarkan setelah berhasil mengembangkannya baru-baru ini. Sangat bangga sekali mawar varietas baru itu bisa di namai oleh Bu Wali tepat pada hari jadi Kota Batu,” ujar Aziz kepada Malang Post.

Ia menceritakan lebih lanjut, penemuan variestas baru bermula saat ditemukan salah satu batang mawar Holland berwarna merah yang mengalami kelainan gen. Di mana salah satu dari bunga mawar yang mekar mengeluarkan warna pink fanta. 

“Dari situlah kemudian saya mengambil tunas dari batang yang mengeluarkan warna pink fanta untuk kemudian dikembangkan. Selama empat tahun mengembangkan. Akhirnya saat ini ada sekitar 5.000 batang mawar “ETIE” yang dibudidayakannya dan dipasarkannya hingga berbagai daerah. 

Ayah dua anak ini mengungkapkan lebih lanjut, sebelum ia mengumumkan mawar varietas baru itu. Ia telah bertemu dengan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kota Batu apakah benar jika mawar yang dikembangkannya benar-benar jenis baru. 

“Setelah bertemu dan berkonsultasi dan diyakinkan, barulah saya benar-benar berani untuk mengatakan jika mawar yang saya kembangkan adalah mawar varietas baru,” papar laki-laki yang tergabung dalam Gapoktan Gunungsari Makmur ini. 

Barulah, untuk kemudian varietas tersebut dinamai bersamaan dengan HUT Kota Batu. Di mana saat ini Nur Aziz tinggal

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA