Wacana Relokasi Lapangan Tembak, Butuh Lahan Seluas 3 Hektare

  • 20-10-2018 / 14:01 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Wacana Relokasi Lapangan Tembak, Butuh Lahan Seluas 3 Hektare Ketua Umum Perbakin DKI Jakarta Irjen Setyo Wasisto saat bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam menjelaskan kasus peluru nyasar di Gedung DPR (Hendra Eka/jpc)

JAKARTA- Ketua DPR Bambang Soesatyo melihat langsung proses rekonstruksi itu. Kepada wartawan, dia menyatakan bahwa kecil kemungkinan ada kesengajaan pelaku untuk menembak gedung DPR.

Bamsoet -sapaan Bambang Soesatyo- justru melihat ada unsur keterkejutan pelaku karena menggunakan senjata otomatis untuk kali pertama.

"Dari semiotomatis ke otomatis itu hentakannya berbeda," kata salah seorang ketua di PB Perbakin tersebut.

Bamsoet menduga, peluru itu melesat menembus pembatas lapangan tembak yang hanya terbuat dari seng. Karena itu, diperlukan penataan kembali di lapangan tembak Senayan agar kegiatan latihan tidak mengancam keamanan masyarakat. "Karena di dekatnya ada gedung DPR yang merupakan objek vital, kami juga minta agar ada audit sistem keamanan," ujarnya.

Bamsoet juga memastikan rencana pemanggilan beberapa pihak terkait kasus tersebut. Pemanggilan akan dilakukan badan urusan rumah tangga (BURT). Beberapa pihak yang akan dipanggil, antara lain, Sekretariat Negara, Perbakin, Kemenpora, hingga pengelola Gelora Bung Karno.

Menurut dia, perlu dibahas opsi-opsi agar kejadian serupa tidak terulang. "Apa (lapangan tembak) perlu pindah atau DPR dilakukan pengamanan ketat. Apakah pasang kaca film atau yang lain, terserah," kata Bamsoet.

Sementara itu, terkait rencana relokasi lapangan tembak, sebenarnya jauh sebelum kejadian peluru nyasar sudah ada pembicaraan mengenai hal tersebut. Ketua Umum Perbakin DKI Jakarta Irjen Setyo Wasisto menuturkan, awal 2018 sebenarnya sudah ada komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Saat itu kami meminta difasilitasi karena Perbakin DKI Jakarta tidak memiliki lapangan tembak," tuturnya.

Saat itu Anies memberikan sejumlah pilihan lokasi. Namun, ada yang tidak memungkinkan dijadikan lapangan tembak. Misalnya, ada tanah yang luasnya hanya 3 ribu meter persegi. "Itu tidak cukup. Idealnya, lapangan tembak setidaknya memiliki luas 3 hektare," jelasnya.

Dia mengusulkan, relokasi lapangan tembak itu sebaiknya tidak sepenuhnya. Lapangan tembak tepat sasaran sebenarnya tidak perlu dipindah. "Yang perlu dipindah itu lapangan tembak reaksi," ungkapnya.

Ada baiknya bila lapangan tembak itu berada di pinggiran kota yang penduduknya tidak terlalu padat. "Mungkin di Jakarta Timur ada daerah yang cocok," ujar Kadivhumas Polri tersebut.(bay/idr/c10/oni/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA