3.069 Pelamar Kubur Mimpi Jadi PNS

  • 22-10-2018 / 00:46 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
3.069 Pelamar Kubur Mimpi Jadi PNS grafis: gga, har, abdee, olis/malang post

MALANG-3.069 pelamar dari 14.533 pendaftar CPNS pemerintah daerah (Pemda) di Malang Raya harus mengubur mimpi berseragam Korpri. Mereka langsung gagal dalam seleksi tahap pertama yakni seleksi  administrasi. (Baca grafis, red)
Berdasarkan data yang dihimpun Malang Post, 3.069 pelamar yang gagal tes di tahap awal itu karena berbagai penyebab. Di antaranya berkas pendaftaran tak cocok dengan formasi atau lowongan yang tersedia.
“Pada tahapan verifikasi, banyaknya pendaftar CPNS yang tidak memenuhi syarat (TMS)  karena beberapa alasan. Misalnya seperti, akreditasi ijazah pada tahun lulus tidak memenuhi syarat yang minimal B, ijazah tidak sesuai yang dibutuhkan,” jelas Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Batu, M.Chori  tentang pelamar CPNS yang gagal administrasi di Kota Batu.Selain itu lanjut dia indeks prestasi kumulatif (IPK) dibawah 2,75 dan usia melebihi dari 35 tahun.
Setelah pengumuman hasil seleksi administrasi, peserta seleksi CPNS mengikuti serangkaian seleksi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mulai dari Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)  dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Pelaksanaan SKD dijadwalkan pada 26 Oktober -17 November 2018. 
Seperti Kota Malang dan Kabupaten Malang, peserta seleksi asal Kota Batu mengikuti ujian di SMKN 2 Malang. Selain Malang Raya, peserta tes dari Blitar dan Pasuruan juga ujian di SMK yang berlokasi di Jalan Veteran itu. 
Secara terpisah, Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto menjelaskan, pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS Pemkot Malang sudah  bisa diakses di situs resmi BKD Kota Malang. “Yang lulus seleksi administrasi, sudah bisa disebut peserta SKD,” kata Wiwid, sapaan akrabnya kepada Malang Post, kemarin. 
Sebelum mengikuti SKD, peserta wajib mengurus kartu peserta ujian. Sebagai informasi, cetak kartu peserta ujian dapat diunduh melalui website www. sscn.bkn.go.id pada 21-25 Oktober 2018. 
Kartu tersebut merupakan salah satu persyaratan yang wajib dibawa saat mengikuti SKD. Selain itu, kartu peserta ujian untuk mencegah joki. “Panitia mencegah adanya praktik perjokian. Apabila ada peserta yang menggunakan joki saat mengerjakan ujian, akan dinyatakan tidak lulus SKD, dan langsung diproses secara hukum,” tandasnya. Peserta juga dilarang membawa alat komunikasi apapun demi mencegah kecurangan.
Kapolres Malang Kota (Makota) AKBP Asfuri menegaskan siap memproses hukum para pelaku joki yang tertangkap di lokasi

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA